Zohran Mamdani: Pemimpin Muslim yang Mengubah Nasib Komunitas Islam New York
Oleh Imam Shamsi Ali (Imam Masjid New York)
Bagi Komunitas Muslim yang mengalami langsung tragedi 9/11 di New York, masa-masa itu merupakan ujian terberat. Tidak hanya harus berduka bersama kota yang menjadi rumahnya, umat Islam juga harus menghadapi stigma mengerikan: dianggap sebagai inspirasi di balik serangan teroris tersebut.
Agama yang mengajarkan kedamaian tiba-tiba dicap sebagai pemicu kekerasan. Osama bin Laden dan Al-Qaeda yang melakukan serangan itu membuat seluruh umat Islam dunia dicurigai sebagai teroris. Presiden George W Bush mungkin menyebutnya "perang melawan teror," namun dalam praktiknya terasa seperti "perang melawan Islam."
New York sebagai pusat serangan 9/11 menjadi episentrum tekanan terhadap segala hal yang berbau Islam. Nama-nama seperti Muhammad, Omar, atau Ali tiba-tiba menjadi tanda kecurigaan. Komunitas Muslim terpecah: ada yang tetap teguh, namun banyak yang mengganti nama dan menyembunyikan identitas keislamannya karena ketakutan.
Zohran Mamdani: Pendobrak Stigma Muslim Pasca 9/11
Enam tahun lalu, muncul harapan baru ketika Zohran Mamdani terpilih sebagai anggota DPRD New York. Yang mengejutkan, politisi muda ini secara terbuka memperkenalkan diri sebagai Muslim yang bangga dengan identitasnya. Zohran berhasil mengalahkan petahana yang telah berkali-kali terpilih di daerah pemilihannya.
Zohran Mamdani bukanlah politisi biasa. Lahir di Uganda dan berasal dari keturunan Asia Selatan, dia datang ke Amerika sebagai imigran pada usia 7 tahun. Prestasinya di DPRD New York tidak membuatnya berpuas diri. Setahun lalu, dengan popularitas awal hanya 2%, dia memberanikan diri maju sebagai calon walikota New York.
Kampanye Berani sebagai Muslim Pertama Calon Walikota NYC
Yang membuat Zohran Mamdani istimewa adalah keberaniannya mengkampanyekan diri sebagai "calon Muslim pertama untuk Walikota New York." Di tengah iklim politik yang masih diwarnai trauma 9/11, langkah ini dianggap sangat berisiko.
Penentangannya terhadap Zionisme dan genosida Gaza dijadikan senjata oleh lawan-lawan politiknya untuk menuduhnya antisemit. Seorang Rabbi terkemuka New York bahkan menyebut Zohran sebagai "ancaman bagi komunitas Yahudi." Lebih dari 600 warga Yahudi menandatangani petisi penolakan terhadapnya.
Yang lebih memalukan, lawan politiknya Andrew Cuomo sengaja mengaitkan pencalonan Zohran dengan tragedi 9/11, dengan menyatakan bahwa Zohran akan "bergembira jika serangan teror terjadi lagi di New York." Dukungan Eric Adams terhadap Cuomo semakin memperkuat narasi negatif terhadap Zohran dan komunitas Muslim.
Makna Sejarah Zohran Mamdani bagi Muslim New York
Bagi Komunitas Muslim New York, kehadiran Zohran Mamdani adalah karunia besar. Dia telah mendobrak dinding kebencian dan ketakutan yang membelenggu umat Islam selama lebih dari dua dekade pasca 9/11.
Zohran mengajarkan bahwa sudah waktunya Muslim New York keluar dari bayang-bayang, menampilkan diri dengan bangga, dan berperan aktif membangun kota yang lebih baik untuk semua warga. Keberaniannya telah menyelamatkan komunitas Muslim dari marginalisasi dan ketakutan yang berkepanjangan.
Tanggal 4 November mendatang menjadi momen bersejarah dimana Komunitas Muslim New York dapat menunjukkan apresiasi mereka dengan memilih Zohran Mamdani sebagai Walikota New York. Jika terpilih, dia akan dilantik pada 1 Januari 2026 sebagai walikota Muslim pertama kota metropolitan terbesar Amerika Serikat.
Jamaica Hills, 26 Oktober 2025
Artikel Terkait
Polisi Bekuk Komplotan Pembobol Rumah Lintas Provinsi, Incar Rumah Kosong dengan Ciri Lampu Teras Menyala
Garuda Muda Kalahkan China 1-0 di Laga Perdana Piala Asia U-17 2026
Arsenal Vs Atletico Madrid: Laga Penentuan Tiket Final Liga Champions di Emirates
Paus Sperma 15 Meter Terdampar Mati di Pantai Jembrana Bali