Seorang anak perempuan berusia empat tahun di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menjadi korban penganiayaan ayah tirinya yang berinisial SPS (28) karena alasan sepele, yaitu rewel. Peristiwa kekerasan itu tidak hanya menimpa bocah malang tersebut, tetapi juga ibu kandungnya yang berinisial ES (30), yang diikat oleh pelaku sejak dini hari hingga pagi hari.
Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo mengungkapkan bahwa pelaku memukul korban menggunakan tangan kosong. “(Korban) dipukul atau ditinju pakai tangan kosong,” katanya, Sabtu (9/5/2026). Peristiwa itu terjadi di rumah korban dan pelaku yang berlokasi di Desa Lau Tepu, Kecamatan Salapian, pada Rabu (29/4) sekitar pukul 01.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami trauma mendalam.
Polres Langkat, menurut Kapolres, akan terus memberikan pendampingan kepada korban melalui Satgas Trauma Healing. “Setiap bentuk kekerasan terhadap anak harus ditangani secara serius, profesional, dan penuh empati,” tegasnya. Langkah ini diambil untuk memulihkan kondisi psikologis anak secara bertahap.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Ghulam Yanuar Lutfi memaparkan detail luka yang dialami bocah perempuan tersebut. Korban mengalami sejumlah luka memar di bagian mata, bibir, dan kepala akibat penganiayaan ayah tirinya. Di sisi lain, ibu korban tidak hanya dipukul, tetapi juga diikat menggunakan tali ayunan. “Perbuatan kekerasan yang dialami istri pelaku, dipukul pada area kepala sebanyak dua kali. Kemudian, juga (pelaku) mengikat tangan korban menggunakan tali ayunan dari jam 1 malam sampai jam 8 pagi,” jelas Ghulam.
Pemicu kemarahan pelaku bermula dari ketidakadaan makanan di rumah saat ia pulang bekerja. Selain itu, air minum dan gas LPG di rumah juga habis. Pelaku kemudian berniat membeli makanan, tetapi ia merasa istrinya cemberut saat dimintai uang. Emosi pelaku semakin memuncak ketika korban rewel dan tidak mau tidur. “Jadi, akumulasi lah di malam hari itu. (Termasuk) anaknya rewel, disuruh tidur nggak bisa tidur, marah bapaknya ini,” ujar Ghulam.
Artikel Terkait
PSS Sleman Siap Tempur Hadapi Final Pegadaian Championship 2025/2026 Lawan Garudayaksa FC
Bom Rakitan Meledak di Halaman Sekolah Brasil, 10 Remaja Terluka
Kebakaran di Kontrakan Ciracas Hanguskan 300 Meter Persegi, 15 Jiwa Selamat
Tiga Pendaki Masih Hilang Pascaserupsi Gunung Dukono, Tim SAR Perluas Pencarian