Selasa (24/3/2026) sore di Kota Cirebon, suasana puncak arus balik Lebaran benar-benar terasa. Jalur Pantura, arteri utama yang biasanya ramai, hari itu nyaris sesak. Deretan kendaraan pribadi para pemudik berbaur dengan truk-truk besar dan sejumlah bus, semuanya merayap pelan baik menuju Jakarta maupun ke arah Jawa Tengah.
Menurut data yang dirilis Dinas Perhubungan setempat, tercatat sudah 184 angkutan barang besar dari Jawa Tengah yang melintas menuju Jakarta lewat jalur ini. Itu baru hitungan hingga pukul empat sore. Angkanya dipastikan masih akan bertambah.
Kondisi ini nggak lepas dari kebijakan larangan truk sumbu tiga masuk tol selama periode mudik dan balik. Aturan dari Kementerian Perhubungan itu berlaku sampai Minggu (29/3/2026) nanti. Tujuannya sih bagus, buat ngurangi kepadatan di jalan tol dan meningkatkan keselamatan.
Tapi ya gitu, di lapangan, kebijakan itu punya konsekuensi lain. Beban lalu lintas di jalur arteri seperti Pantura langsung melonjak. Truk-truk yang biasanya melalui tol akhirnya membanjiri jalan biasa, otomatis menambah kepadatan yang sudah ada akibat arus pemudik.
Dampaknya langsung kelihatan. Arus lalu lintas di sepanjang Pantura Cirebon jadi lebih padat dan lambat. Jalur alternatif utama selain tol ini pun terasa semakin sempit.
Menyikapi hal ini, petugas gabungan dari Dishub, kepolisian, dan instansi terkait sih terus berjaga. Mereka berupaya mengawasi dan mengatur lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan parah. Pengawasan difokuskan pada titik-titik rawan yang rawan macet karena lonjakan kendaraan berat ini.
Buat para pengendara yang melintas, imbauannya tetap sama: waspada ekstra. Terutama saat berbagi jalan dengan kendaraan berat yang butuh ruang lebih besar. Jaga jarak aman, jangan terburu-buru. Hal kecil itu bisa bantu mengurangi risiko kecelakaan di tengah kepadatan yang luar biasa ini.
Artikel Terkait
Trump Sebut Harga Tiket Piala Dunia 2026 Kemahalan, Ogah Nonton
Aether AI Jalin Kemitraan Strategis dengan Crawford Software untuk Ekspansi ke Pasar AS dan Asia
Survei: 98% Masyarakat Indonesia Percaya Perubahan Iklim Terjadi, Pemerintah dan Dunia Usaha Percepat Ekonomi Hijau
Pengusaha Tolak Rencana Penerapan Skema Kontrak Bagi Hasil Ala Migas di Sektor Tambang Minerba