Kemenhaj Godok Wacana War Ticket untuk Hapus Antrean Panjang Haji

- Jumat, 10 April 2026 | 16:35 WIB
Kemenhaj Godok Wacana War Ticket untuk Hapus Antrean Panjang Haji

JAKARTA – Antrean panjang calon jemaah haji kini jadi perhatian serius. Presiden Prabowo Subianto punya pesan khusus: carikan solusi agar ibadah haji tak lagi dibayangi antrean yang memakan waktu puluhan tahun. Merespons hal itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sedang mematangkan sebuah wacana baru yang cukup mengejutkan: skema 'War Ticket'.

Gagasannya sederhana, tapi radikal. Siapa cepat, dia dapat. Kuota haji yang diberikan Arab Saudi, misalnya 200.000 kursi per tahun, akan dibuka untuk dipesan langsung. Mereka yang berhasil mengamankan tempat dalam kuota itu, dialah yang berangkat. Tak perlu lagi mengantre bertahun-tahun.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang mengungkapkan ide ini.

"Sekarang tuh Presiden berkeinginan supaya coba kalian pikirkan bagaimana caranya haji tidak ngantre. Jadi haji yang tidak ngantre. Nah itu yang sedang kami formulasikan," ujar Dahnil, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, persoalan antrean panjang ini mulai mengemuka pasca munculnya persoalan keuangan haji. Situasi seperti ini, klaimnya, tidak terjadi sebelum adanya Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Namun begitu, Dahnil sadar betul wacana ini bukan perkara gampang. Bayangkan saja, saat ini masih ada sekitar 5,7 juta nama yang tercatat dalam daftar tunggu. Menerapkan sistem 'perang tiket' begitu saja tentu akan menimbulkan gejolak.

"Kita sedang berpikir bagaimana supaya nggak ngantre itu ya kayak model war ticket istilahnya. Jadi kita dikasih kuota oleh Saudi Arabia 200.000, nah kemudian itu kita tetapkan harganya berapa, kemudian nanti nggak perlu ngantre. Jadi masing-masing langsung pesan, siapa yang dapat itu yang berangkat. Kita sedang memikirkan pola itu," jelasnya lebih lanjut.

Jadi, ini masih sebatas gagasan di atas kertas. Kemenhaj masih akan menggodoknya mateng-mateng. Dahnil menegaskan, apa yang diungkapkannya belum menjadi keputusan final. Tujuannya satu: mewujudkan instruksi presiden.

"Jadi wacana ini sedang kita godok agar keinginan dan perintah Presiden supaya haji tidak ngantre itu bisa kita wujudkan. Nah ini kami akan terus godok. Nanti mungkin akan saya jelaskan keterangannya modelnya seperti apa, tapi ini bukan keputusan, ini sedang kita godok terus menerus," pungkasnya.

Skema 'War Ticket' ini, jika jadi diterapkan, bakal mengubah total landscape pendaftaran haji di Indonesia. Dari sistem antre berdasarkan waktu pendaftaran, menjadi adu cepat dan mungkin juga adu strategi. Tentu saja, banyak detail teknis dan keadilan yang harus dipertimbangkan. Publik pasti akan menunggu penjelasan lebih rinci nantinya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar