PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berencana mengalihkan sisa saham hasil pembelian kembali (buyback) yang masih dimiliki perseroan, sebanyak 4.876.200 saham. Penjualan saham treasuri tersebut akan mulai dilakukan pada 18 Agustus 2026.
Untuk melaksanakan aksi korporasi ini, perseroan telah menunjuk PT Indo Premier Sekuritas sebagai anggota bursa yang akan menjalankan penjualan. Saham yang dilepas merupakan bagian dari program buyback yang mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Juni 2020.
Dalam pelaksanaan buyback tersebut, SRTG telah membeli kembali sebanyak 17.579.300 saham. Hingga saat ini, perseroan masih menyimpan 4.876.200 saham yang belum dialihkan.
Mengenai harga pengalihan, perseroan akan mengacu pada ketentuan Pasal 20 huruf (a) POJK Nomor 30/2017. Berdasarkan aturan tersebut, harga penjualan saham tidak boleh lebih rendah dari harga penutupan perdagangan harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) satu hari sebelum tanggal penjualan. Selain itu, harga juga tidak boleh lebih rendah dari harga rata-rata penutupan perdagangan harian saham perseroan selama 90 hari terakhir sebelum tanggal penjualan, dengan menggunakan harga yang lebih tinggi di antara kedua acuan tersebut.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Turun Rp20.000 per Gram, Cek Rinciannya
Harga Emas Antam Naik Rp10 Ribu ke Rp2.622.000 per Gram
Harga Emas Antam Naik Rp3.000 per Gram, Buyback Melonjak Rp14.000
Harga Emas Antam Naik Rp8.000 per Gram, Buyback Ikut Terkerek