Sarwendah Tan angkat bicara untuk meluruskan pemberitaan mengenai perundungan yang dialami kedua putrinya. Ia menegaskan bahwa anak-anaknya tidak mengalami perundungan di lingkungan sekolah, melainkan di media sosial.
Dalam keterangan resminya melalui Insta Story, penyanyi berusia 36 tahun itu menyebut ada pihak yang sengaja memelintir pernyataannya sehingga memicu opini bahwa putri-putrinya menjadi korban bullying di sekolah. Padahal, menurut dia, pihak sekolah telah menjaga lingkungan belajar dengan baik.
“Opini bahwa perundungan terjadi di lingkungan sekolah anak-anak saya adalah tidak benar. Pihak sekolah sangat menjaga lingkungan sekolah dari hal-hal bersifat perundungan,” ujar Sarwendah.
Ia menjelaskan, perundungan yang dimaksud terjadi di akun media sosial sekolah dan akun Instagram pribadi anaknya. Sarwendah pun bersyukur sekolah memiliki komitmen kuat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan positif bagi siswa.
“Oleh karena itu, saya memohon kepada semua pihak untuk menjaga komentarnya terhadap anak-anak di sosial media,” kata pelantun “Kamu Berhak Bahagia” itu menutup unggahannya.
Pernyataan Sarwendah ini menuai beragam komentar warganet di Threads. Sebagian mendukung klarifikasinya, sebagian lainnya menilai ia justru memperkeruh suasana. Akun @blagle*77 berkomentar, “Dia klarifikasi pasti karena sudah ditegur pihak sekolah. Kalau begini kan anaknya juga yang kena imbas mulut gacor emaknya. Ampun deh.”
Namun, ada pula yang membenarkan adanya penggiringan opini. “Kuping kalian kalau lagi budeg dikorek dulu lah. Di video Densu, Sarwendah jelas-jelas bilang anaknya dibully di media sosial sekolah, bukan di sekolah,” tulis @23*his.
Sebelumnya, dalam podcast bersama Denny Sumargo, Sarwendah mengungkapkan bahwa kedua anaknya harus menanggung dampak dari perseteruan orang tua mereka. Mereka dihujat dan dianggap sebagai anak yang tidak tahu diri.
“Anak saya dibully di media sosial sekolahnya. Dibilang anak enggak tahu diri anak ini anak itu. Saya sebagai ibu sakit hati dan sedih sekali karena anak saya tidak melakukan itu tapi dia dihujat sama orang-orang,” tuturnya.
Artikel Terkait
Sarwendah Klarifikasi Isu Bullying Anak: Bukan di Sekolah, tapi di Media Sosial
Empati Dokter Diuji di Tengah Viral Keluhan Pasien
Kepala SMPN 4 Randudongkal Buka Suara Soal Siswa Meninggal Diduga Bullying
Polisi Ungkap Pemicu Bentrok Dua Kelompok di Ciputat: Saling Provokasi di Medsos