Harga minyak sawit mentah atau CPO akhirnya terkoreksi pada Rabu (4/3/2026). Ini terjadi setelah sebelumnya sempat meroket ke level tertingginya dalam hampir sebulan. Aksi ambil untung dan pelemahan di bursa minyak nabati lain jadi pemicunya.
Di Bursa Malaysia, kontrak CPO untuk pengiriman Mei anjlok 0,19 persen, berada di 4.178 ringgit per ton. Padahal, sebelumnya harga sudah naik tiga hari berturut-turut. Pergerakannya terlihat lesu sepanjang sore.
Seorang trader dari Kuala Lumpur yang diwawancarai Reuters bilang, pelemahan ini mengikuti tren minyak kedelai dari Dalian dan Chicago. "Setelah reli beberapa hari, aksi ambil untung memang wajar terjadi," ujarnya.
Dia memperkirakan harga CPO akan bergerak di kisaran 4.150 sampai 4.300 ringgit, melihat kondisi harga minyak mentah saat ini.
Di pasar lain, pergerakannya beragam. Kontrak minyak kedelai di Dalian justre naik tipis 0,26 persen, sementara minyak sawit Dalian turun 0,04 persen padahal sempat terjun lebih dalam di awal sesi. Sementara itu, di Chicago, minyak kedelai menguat 0,11 persen setelah sempat terpuruk.
Memang, pergerakan CPO kerap terpengaruh harga minyak nabati lain. Alasannya sederhana: mereka semua berebut porsi di pasar global yang sama.
Artikel Terkait
OJK dan Bareskrim Geledah Mirae Asset Terkait Dugaan Manipulasi IPO dan Saham BEBS
IHSG Anjlok 4,57%, Saham Ifishdeco (IFSH) Melonjak 25%
Data KSEI Ungkap Pemerintah Norwegia Miliki Saham 24 Emiten di BEI
IHSG Anjlok 4,6% Dihajar Ketegangan Timur Tengah dan Revisi Outlook Fitch