Rabu kemarin, suasana di Istana Kepresidenan Jakarta tampak sibuk. Menteri Agama Nasaruddin Umar baru saja keluar dari pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto. Agenda utamanya? Membahas persiapan perhelatan Nuzulul Quran yang jatuh pada 17 Ramadan nanti.
Dengan wajah yang cukup lega, Nasaruddin langsung berbagi kabar terbaru. "Saya baru saja menghadap Bapak Presiden untuk membicarakan persiapan Nuzulul Quran," ujarnya.
"Jadi, Insyaallah Nuzulul Quran yang akan dilaksanakan di Jakarta tepatnya di Istana Negara," lanjutnya, menegaskan kepastian yang selama ini dinanti.
Rupanya, menentukan lokasi ini bukan perkara sederhana. Sebelumnya sempat beredar beberapa opsi. Ada yang menyebut Masjid Istiqlal, ada pula wacana untuk menggelarnya di Istana Garuda IKN, ibu kota baru itu. Namun, keputusan akhir datang langsung dari pucuk pimpinan.
"Kami bicarakan juga mengenai teknis karena banyak alternatif apakah di IKN, apakah di Istiqlal, apakah di Istana," jelas Nasaruddin.
"Bapak presiden memberi petunjuk kita lakukan di Istana Negara,"
Tak cuma soal lokasi acara, pertemuan itu juga membahas agenda lain yang tak kalah penting. Menurut Nasaruddin, mereka sudah mendapatkan kejelasan tentang rencana pembayaran zakat. Presiden Prabowo beserta segenap anggota Kabinet Merah Putih rencananya akan menunaikan kewajiban itu di Istana juga.
"Kami juga membicarakan tentang pembayaran zakat untuk Bapak Presiden beserta para pejabatnya itu juga kita akan jadwalkan di Istana Negara," kata dia. Rencananya, pembayaran akan disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Dengan dua kepastian ini, persiapan untuk menyambut malam penting di bulan Ramadan itu bisa mulai dirampungkan. Semuanya akan berpusat di Istana Negara.
Artikel Terkait
Harga Emas Pegadaian Stagnan, Galeri 24 Lebih Murah untuk Semua Ukuran
AS Tembak dan Sita Kapal Kargo Iran di Teluk Oman, Militer Iran Siap Balas Dendam
Bara JP Bantah Klaim JK sebagai Penentu Kemenangan Jokowi di 2014
Malut United Kecam Wasit Usai Dibantai Bali United di Liga 1