Pasar saham kita hari ini benar-benar diguyur sentimen negatif. IHSG ditutup anjlok 363 poin, atau sekitar 4,6 persen, ke level 7.577,06. Pelemahan tajam ini terjadi sepanjang sesi perdagangan Rabu (4/3/2026), dan suasana di lantai bursa jelas mencekam.
Pemicunya? Lagi-lagi ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah. Perang antara Iran dan Israel yang berkepanjangan itu membuat investor global ketakutan. Meski nilai transaksi masih terlihat stabil di angka Rp28 triliun, dengan frekuensi mencapai 3,3 juta kali, itu lebih mencerminkan aksi jual beramai-ramai ketimbang optimisme.
Irvan Susandy, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, menjelaskan bahwa pelemahan ini sejalan dengan tren di seluruh Asia. Bursa-bursa regional seperti Jepang, Australia, dan Taiwan juga kompak merah. Bahkan, indeks Kospi Korea Selatan sampai mengalami trading halt setelah ambles lebih dari 8 persen.
"Apa yang terjadi pada IHSG hari ini merupakan dampak dari eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas," ujar Irvan.
Dia menambahkan, langkah Iran yang menutup Selat Hormuz semakin memperburuk keadaan.
"Dan Iran menutup selat Hormuz yang menyebabkan kekhawatiran munculnya krisis energi. Hal ini sudah tercermin di harga minyak dunia yang meningkat," katanya.
Artikel Terkait
OJK dan Bareskrim Geledah Mirae Asset Terkait Dugaan Manipulasi IPO dan Saham BEBS
IHSG Anjlok 4,57%, Saham Ifishdeco (IFSH) Melonjak 25%
Data KSEI Ungkap Pemerintah Norwegia Miliki Saham 24 Emiten di BEI
Laba Bersih Bayan Resources Turun 16,88% di 2025 Meski Struktur Utang Membaik