IHSG Anjlok 4,6% Dihajar Ketegangan Timur Tengah dan Revisi Outlook Fitch

- Rabu, 04 Maret 2026 | 16:40 WIB
IHSG Anjlok 4,6% Dihajar Ketegangan Timur Tengah dan Revisi Outlook Fitch

Pasar saham kita hari ini benar-benar diguyur sentimen negatif. IHSG ditutup anjlok 363 poin, atau sekitar 4,6 persen, ke level 7.577,06. Pelemahan tajam ini terjadi sepanjang sesi perdagangan Rabu (4/3/2026), dan suasana di lantai bursa jelas mencekam.

Pemicunya? Lagi-lagi ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah. Perang antara Iran dan Israel yang berkepanjangan itu membuat investor global ketakutan. Meski nilai transaksi masih terlihat stabil di angka Rp28 triliun, dengan frekuensi mencapai 3,3 juta kali, itu lebih mencerminkan aksi jual beramai-ramai ketimbang optimisme.

Irvan Susandy, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, menjelaskan bahwa pelemahan ini sejalan dengan tren di seluruh Asia. Bursa-bursa regional seperti Jepang, Australia, dan Taiwan juga kompak merah. Bahkan, indeks Kospi Korea Selatan sampai mengalami trading halt setelah ambles lebih dari 8 persen.

"Apa yang terjadi pada IHSG hari ini merupakan dampak dari eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas," ujar Irvan.

Dia menambahkan, langkah Iran yang menutup Selat Hormuz semakin memperburuk keadaan.

"Dan Iran menutup selat Hormuz yang menyebabkan kekhawatiran munculnya krisis energi. Hal ini sudah tercermin di harga minyak dunia yang meningkat," katanya.

Namun begitu, masalahnya nggak cuma dari luar negeri. Sentimen negatif juga datang dari dalam, tepatnya dari lembaga pemeringkat Fitch. Mereka merevisi outlook rating surat utang Indonesia menjadi negatif. Keputusan ini mirip dengan yang sebelumnya sudah dilakukan oleh Moody's dan S&P, yang sama-sama khawatir dengan risiko fiskal kita.

Akibatnya, semua sektor di papan pencatatan BEI berakhir di zona merah. Sektor Basic Industry jadi yang terparah, terperosok 7,4 persen. Sektor Transportation dan Cyclical juga ikut terpuruk, masing-masing melemah 7,2 persen dan 6,7 persen. Indeks-indeks lainnya seperti LQ45 dan IDX30 ikut terimbas, turun signifikan. Indeks JII dan ISSI bahkan terpukul lebih dalam.

Di tengah badai jual ini, beberapa saham jadi bulan-bulanan. ELPI, MMLP, dan FILM tercatat sebagai top losers dengan penurunan yang cukup dalam, mencapai double digit. Saham-saham properti dan transportasi terlihat paling tertekan.

Tapi nggak semua suram. Beberapa saham masih bisa bertahan dan bahkan mencetak keuntungan. SGRO, VICI, dan BOLA adalah sedikit dari yang berhasil naik, menjadi top gainers di tengah situasi yang serba tidak menentu ini. Setidaknya, ini memberi secercah harapan bahwa masih ada yang percaya pada fundamental tertentu.

Jadi, Rabu yang kelam bagi pasar modal. Semua mata kini tertuju ke perkembangan di Timur Tengah dan respons kebijakan domestik, menunggu apakah besok akan ada angin perubahan atau justru tekanan yang sama.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar