Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan mengguyur wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu dalam beberapa hari ke depan. Peringatan cuaca ekstrem ini berlaku untuk periode 13 hingga 17 Mei 2026, berdasarkan informasi yang bersumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Dalam unggahan resmi di akun Instagram BPBD DKI Jakarta, Rabu (13/5/2026), lembaga tersebut menyampaikan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan oleh kondisi cuaca ini. "Periode: 13-17 Mei 2026. Peringatan dini cuaca hujan dengan intensitas sedang - lebat di wilayah DKI Jakarta dan Kep. Seribu. Sumber: BMKG," demikian bunyi keterangan yang disampaikan oleh BPBD DKI Jakarta.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem tersebut, BPBD DKI Jakarta mengimbau warga untuk selalu siaga dan menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Masyarakat diminta menyiapkan payung atau jas hujan, serta tas siaga bencana yang berisi kebutuhan darurat. Selain itu, pemantauan tinggi muka air dapat dilakukan secara mandiri melalui portal resmi yang disediakan oleh pemerintah daerah.
BPBD juga mendorong warga untuk mengunduh buku panduan kesiapsiagaan yang tersedia secara daring guna memahami langkah-langkah mitigasi secara lebih menyeluruh. Apabila menemukan potensi genangan atau banjir di lingkungan sekitar, masyarakat dapat melaporkannya melalui aplikasi JAKI. Informasi terkini mengenai banjir juga dapat diakses melalui platform pemantauan banjir milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam kondisi darurat, warga diimbau untuk segera menghubungi nomor telepon 112.
Sementara itu, BPBD DKI Jakarta juga merinci langkah-langkah mitigasi yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan sesudah banjir. Sebelum banjir tiba, masyarakat disarankan untuk mengenali wilayah-wilayah rawan banjir di sekitar tempat tinggal serta memeriksa potensi banjir melalui fitur Pantau Banjir di aplikasi JAKI. Perhatian terhadap notifikasi peringatan dini dari aplikasi tersebut juga menjadi hal yang penting. Warga diminta memastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat, menyimpan barang dan dokumen penting di tempat yang lebih tinggi, serta menyiapkan versi digital dari dokumen berharga. Tas darurat yang berisi dokumen, obat-obatan, senter, dan keperluan esensial lainnya juga perlu disiapkan sejak dini.
Apabila banjir terjadi, BPBD mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan mengutamakan keselamatan diri serta orang-orang di sekitar. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mematikan jaringan listrik dan menghindari arus air. Kondisi banjir dapat dilaporkan melalui fitur Laporan Warga di aplikasi JAKI. Warga juga diminta untuk mengikuti arahan evakuasi dari petugas serta hanya merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh BPBD atau instansi berwenang lainnya.
Setelah banjir surut, masyarakat diimbau untuk tidak kembali ke rumah sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Penggunaan alas kaki dianjurkan untuk menghindari benda tajam yang mungkin terbawa air. Rumah dan lingkungan sekitar perlu dibersihkan dari lumpur serta disterilkan. Sebelum digunakan kembali, instalasi listrik harus diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan keamanannya. Kerusakan pada fasilitas umum dan lingkungan akibat banjir dapat dilaporkan melalui aplikasi JAKI sebagai bagian dari upaya pemulihan bersama.
Artikel Terkait
Menlu Iran Tuding UEA Jadi Mitra Aktif Agresi AS-Israel, Abu Dhabi Bantah Pertemuan Rahasia dengan Netanyahu
Kemenhaj Larang City Tour dan Ziarah Jelang Puncak Haji Armuzna
Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook
Hampir 200.000 Anak Terpapar Judi Online, 80.000 di Antaranya Masih di Bawah 10 Tahun