Kemenhaj Larang City Tour dan Ziarah Jelang Puncak Haji Armuzna

- Kamis, 14 Mei 2026 | 18:25 WIB
Kemenhaj Larang City Tour dan Ziarah Jelang Puncak Haji Armuzna

Jemaah haji Indonesia diminta untuk mulai menghemat energi dan membatasi aktivitas yang tidak mendesak menjelang fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI secara resmi mengeluarkan sejumlah larangan yang harus dipatuhi demi menjaga kondisi fisik dan kekhusyukan ibadah. Di antaranya, jemaah dilarang mengagendakan city tour sebelum Armuzna, tidak diperkenankan mengajak jemaah keluar Makkah atau Madinah untuk ziarah, serta dilarang menyelenggarakan aktivitas di luar kepentingan ibadah utama.

Larangan tersebut diterbitkan untuk mencegah berbagai risiko yang dapat mengganggu kelancaran ibadah. Beberapa risiko yang diantisipasi antara lain kelelahan fisik, penurunan kondisi kesehatan, gangguan fokus dan kekhusyukan, serta potensi terhambatnya pelaksanaan ibadah selama puncak haji di Armuzna. Kemenhaj menekankan bahwa kesiapan fisik menjadi faktor krusial agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan optimal.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, menegaskan pentingnya menjaga stamina sejak dini. “Menjelang Armuzna, kami mengajak seluruh jemaah untuk mulai menghemat energi dan menjaga stamina. Jangan memaksakan aktivitas fisik yang tidak mendesak agar kondisi tubuh tetap prima saat memasuki fase puncak haji,” ujarnya di Jakarta, Kamis (14/5).

Di sisi lain, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan berbagai skenario mitigasi untuk mengantisipasi potensi kepadatan pergerakan jemaah. Langkah ini difokuskan pada jalur Arafah menuju Muzdalifah dan dari Muzdalifah menuju Mina, yang kerap menjadi titik rawan kepadatan.

Kemenhaj juga mengeluarkan sejumlah imbauan tambahan bagi jemaah. Jemaah diminta membatasi aktivitas di luar hotel, terutama pada siang hari saat suhu udara sangat tinggi. Memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh juga menjadi prioritas guna menghindari dehidrasi dan kelelahan. Khusus bagi jemaah lansia, penyandang disabilitas, serta mereka yang memiliki penyakit penyerta atau risiko tinggi, diimbau untuk selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan, ketua regu, ketua rombongan, maupun petugas sektor apabila mengalami keluhan kesehatan.

“Haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik. Karena itu, stamina perlu dijaga sejak sekarang agar jemaah dapat menjalani Armuzna dengan baik,” lanjut Maria. Selain itu, jemaah dianjurkan menggunakan alat pelindung diri sederhana seperti payung, alas kaki, dan masker saat beraktivitas di luar hotel guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags