Persebaya Buru Ramadhan Sananta, Reuni dengan Bernardo Tavares Mengemuka

- Rabu, 13 Mei 2026 | 16:30 WIB
Persebaya Buru Ramadhan Sananta, Reuni dengan Bernardo Tavares Mengemuka

Rumor kepindahan penyerang tim nasional Indonesia, Ramadhan Sananta, ke Persebaya Surabaya kembali mencuat jelang pembukaan bursa transfer Liga Super Indonesia musim 2026/2027. Klub berjuluk Green Force itu disebut-sebut sangat serius memburu striker lokal haus gol, yang jika terealisasi, akan membuka peluang reuni dengan pelatih Bernardo Tavares.

Isu ini kembali menghangat pada Rabu (13/5/2026) setelah sebuah akun pengamat sepak bola tanah air menyebut Persebaya sedang memantau peluang mendatangkan pemain yang saat ini memperkuat DPMM FC. Kabar tersebut langsung menyita perhatian publik, mengingat kebutuhan Persebaya akan sosok penyerang lokal tajam memang menjadi prioritas utama dalam pembenahan tim untuk musim depan.

Sebenarnya, spekulasi ketertarikan Green Force terhadap Sananta bukanlah hal yang baru. Rumor serupa sudah beredar sejak akhir April 2026 dan terus berkembang di kalangan suporter Persebaya. Pada 29 April, akun yang sama sempat mengunggah informasi bahwa Persebaya tengah memantau sejumlah pemain timnas Indonesia yang berkarier di luar negeri, termasuk Ramadhan Sananta. Unggahan itu langsung memicu antusiasme besar dari Bonek, yang menilai Sananta sebagai sosok ideal untuk meningkatkan daya gedor tim yang musim lalu dinilai belum maksimal.

Peluang Persebaya untuk mendapatkan pemain berusia 23 tahun itu dinilai cukup terbuka. Hal ini tidak terlepas dari status kontraknya bersama DPMM FC yang belum menemui kejelasan. Sananta diketahui hanya menandatangani kontrak berdurasi satu musim saat bergabung dengan klub asal Brunei Darussalam tersebut pada awal musim 2025/2026, setelah meninggalkan Persis Solo dengan status bebas transfer. Selama memperkuat DPMM FC, performanya memang belum terlalu eksplosif seperti saat tampil di Liga Super Indonesia. Ia mencatatkan 27 pertandingan dengan total 1.849 menit bermain di semua kompetisi, mengoleksi empat gol dan dua assist.

Meski statistiknya belum mencolok, situasi kontrak yang berpotensi habis menjadi momentum penting bagi Persebaya untuk bergerak cepat. Jika DPMM FC tidak memperpanjang kontraknya, Green Force bisa merekrut Sananta tanpa biaya transfer. Kondisi itu tentu menjadi keuntungan besar bagi Persebaya yang tetap harus berhitung dalam menyusun kekuatan skuad musim depan. Namun, Persebaya diperkirakan tidak akan sendirian dalam perburuan tanda tangan sang striker. Statusnya sebagai pemain timnas Indonesia membuat Sananta diyakini tetap diminati banyak klub, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Salah satu faktor yang membuat rumor transfer ini semakin kuat adalah keberadaan Bernardo Tavares di Persebaya. Hubungan antara Sananta dan pelatih asal Portugal tersebut sudah terjalin sangat baik sejak keduanya bekerja sama di PSM Makassar. Di bawah tangan dingin Tavares, Sananta berkembang menjadi salah satu striker lokal paling berbahaya di Indonesia pada musim 2022/2023. Meski saat itu usianya masih muda, ia mampu tampil tajam dan konsisten sebagai ujung tombak utama Pasukan Ramang, mencatatkan 11 gol dan dua assist. Torehan itu turut membantu PSM Makassar keluar sebagai juara Liga Super 2022/2023. Kesuksesan itu membuat hubungan emosional keduanya diyakini masih terjalin erat hingga sekarang.

Faktor kedekatan dengan Tavares dinilai bisa menjadi senjata utama Persebaya untuk membujuk Sananta kembali berkarier di Indonesia. Selain sudah memahami karakter pelatih, Sananta juga dinilai cocok dengan gaya permainan agresif yang selama ini menjadi ciri khas Bernardo Tavares. Di sisi lain, ketertarikan Persebaya terhadap Sananta juga dianggap sangat masuk akal dari sisi kebutuhan tim. Green Force memang membutuhkan tambahan penyerang haus gol untuk meningkatkan produktivitas lini depan yang masih menjadi pekerjaan rumah musim lalu. Meski mampu bersaing di papan atas, efektivitas penyelesaian akhir Persebaya kerap menjadi sorotan.

Ramadhan Sananta dikenal memiliki karakter permainan yang agresif, kuat dalam duel fisik, aktif menekan lawan, dan cukup tajam di area kotak penalti. Selain itu, usianya yang masih 23 tahun membuatnya dinilai ideal untuk proyek jangka panjang Persebaya. Di tengah persaingan Liga Super yang semakin kompetitif, keberadaan pemain lokal berkualitas juga menjadi aset penting untuk menjaga keseimbangan komposisi skuad antara pemain asing dan lokal.

Meski rumor transfer ini terus berkembang, hingga kini manajemen Persebaya belum memberikan konfirmasi resmi terkait kabar pendekatan terhadap Sananta. Situasi tersebut membuat rumor ini masih berada pada tahap spekulasi. Namun, munculnya isu secara berulang membuat banyak pihak mulai percaya bahwa komunikasi antara kedua pihak memang sedang berlangsung. Bursa transfer Liga Super 2026/2027 diprediksi mulai memanas dalam beberapa pekan mendatang, dan Persebaya menjadi salah satu klub yang paling aktif diperbincangkan. Kini publik menanti apakah Green Force benar-benar mampu memulangkan Sananta ke kompetisi Indonesia. Jika transfer itu terwujud, reuni Bernardo Tavares dan Ramadhan Sananta berpotensi menjadi kekuatan baru yang bisa menghadirkan ancaman serius bagi rival-rival Persebaya musim depan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar