Snap PHK 1.000 Karyawan, Efisiensi dan AI Jadi Pemicu

- Kamis, 16 April 2026 | 17:20 WIB
Snap PHK 1.000 Karyawan, Efisiensi dan AI Jadi Pemicu

Snap, perusahaan di balik Snapchat, baru saja mengumumkan rencana pengurangan tenaga kerja yang cukup besar. Sekitar seribu orang akan kehilangan pekerjaannya. Angka itu bukan main-main, karena mencakup hampir 16 persen dari total karyawan mereka di seluruh dunia.

Menurut kabar yang beredar, langkah drastis ini diambil untuk menyederhanakan operasional perusahaan. Intinya, mereka ingin lebih fokus pada proyek-proyek yang dianggap prioritas, sambil tentu saja mengencangkan ikat pinggang.

Dalam sebuah memo internal yang bocor, CEO Snap Evan Spiegel tak menampik betapa beratnya keputusan ini.

"Ini keputusan yang sangat sulit,"

ujarnya. Namun begitu, langkah tersebut dinilai perlu untuk kesehatan bisnis jangka panjang.

Dari sisi keuangan, PHK massal ini diproyeksikan bakal menghemat biaya operasional Snap hingga setengah miliar dolar AS di paruh kedua tahun 2026 nanti. Tujuannya jelas: mendorong perusahaan agar bisa kembali mencetak laba. Tapi, tentu ada konsekuensi di depan. Snap sendiri menganggarkan dana hingga 130 juta dolar AS untuk biaya pesangon dan kompensasi lainnya bagi karyawan yang terdampak.

Yang menarik, Spiegel juga menyelipkan alasan lain di balik restrukturisasi ini: kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau AI. Dengan adanya AI, beban kerja tertentu bisa otomatis berkurang, yang pada akhirnya mempengaruhi kebutuhan akan sumber daya manusia. Sebuah transformasi yang kini mulai terasa dampaknya di banyak sektor.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar