Persebaya Buru Sananta, Skenario Duet dengan David da Silva dan Peralta Mengemuka

- Kamis, 14 Mei 2026 | 18:30 WIB
Persebaya Buru Sananta, Skenario Duet dengan David da Silva dan Peralta Mengemuka

Bursa transfer Super League 2026/2027 memang belum resmi dibuka, tetapi atmosfer persaingan sudah terasa panas di Surabaya. Di balik ambisi besar menyambut usia satu abad klub pada 18 Juni 2027, Persebaya Surabaya mulai bergerak agresif membangun skuad yang diyakini mampu mengembalikan Green Force ke papan atas sepak bola nasional. Nama-nama besar mulai dikaitkan dengan Bajul Ijo, mulai dari pemain muda potensial hingga pilar Timnas Indonesia, semuanya masuk dalam radar pemantauan.

Namun, di antara seluruh rumor yang beredar, satu skenario paling menarik perhatian publik adalah potensi terbentuknya trio maut lini depan: Mariano Peralta, David da Silva, dan Ramadhan Sananta. Kombinasi ini, di atas kertas, terdengar sangat mengerikan. Persebaya tidak lagi sekadar berburu pemain untuk menambah kedalaman skuad; mereka tengah merancang sebuah proyek besar dengan target jelas: meraih gelar juara Super League sebelum momen perayaan 100 tahun klub.

Ambisi itu tercermin dari daftar pemain yang kini dikaitkan dengan Green Force. Lima nama disebut menjadi prioritas utama, yakni Marselino Ferdinan, Ramadhan Sananta, Victor Dethan, Syahrul Lasinari, dan Mufli Hidayat. Sebuah akun sepak bola nasional bahkan membocorkan total nilai pasar kelima pemain tersebut mencapai Rp15,77 miliar. Dalam unggahan yang ramai diperbincangkan di media sosial, disebutkan bahwa Persebaya mulai memburu pemain-pemain yang dinilai cocok dengan filosofi permainan pelatih Bernardo Tavares.

“Persebaya menunjukkan pergerakan agresif untuk musim 2026/2027. Demi mewujudkan ambisi juara sebelum usia satu abad klub, manajemen mulai mengincar sejumlah pemain yang dianggap sesuai dengan skema Bernardo Tavares,” tulis akun tersebut.

Di antara semua nama itu, Ramadhan Sananta menjadi sosok yang paling menyita perhatian. Striker Timnas Indonesia tersebut kini disebut semakin dekat menuju Surabaya setelah masa depannya bersama DPMM FC mulai dipertanyakan. Sananta hanya menandatangani kontrak berdurasi satu musim ketika bergabung dengan DPMM pada awal musim 2025/2026, setelah meninggalkan Persis Solo dengan status bebas transfer. Kini, kontraknya dikabarkan tidak akan diperpanjang, membuka peluang sangat lebar bagi Persebaya untuk mendapatkan striker berusia 23 tahun tersebut.

Secara statistik, performa Sananta musim ini memang belum terlalu meledak. Ia mencatatkan empat gol dan dua assist dari 27 pertandingan bersama DPMM FC. Namun, banyak pihak menilai angka tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan kualitas sesungguhnya. Publik sepak bola Indonesia sudah pernah melihat betapa mematikannya Sananta ketika berada dalam sistem permainan yang tepat, dan sistem itu bernama Bernardo Tavares.

Di bawah tangan dingin pelatih asal Portugal tersebut saat membela PSM Makassar pada musim 2022/2023, Sananta berkembang menjadi salah satu striker lokal paling berbahaya di Indonesia. Ia mencetak 11 gol dan dua assist, sekaligus membantu Pasukan Ramang menjuarai Liga 1. Musim itu dianggap sebagai titik balik karier Sananta. Ia bukan hanya mendapat kepercayaan penuh, tetapi juga dibentuk menjadi penyerang agresif dengan mental bertarung tinggi. Bernardo Tavares memberi ruang bagi Sananta untuk berkembang sebagai striker modern: kuat dalam duel fisik, aktif melakukan pressing, agresif menyerang ruang kosong, dan tajam di kotak penalti.

Karena itu, hubungan emosional keduanya diyakini masih sangat kuat hingga sekarang. Faktor tersebut kini disebut menjadi magnet utama yang bisa membawa Sananta menuju Kota Pahlawan. Namun, yang membuat rumor ini semakin menarik adalah potensi duet atau bahkan trio yang bisa terbentuk di lini depan Persebaya.

Nama Mariano Peralta mulai masuk dalam pembahasan suporter sebagai sosok kreator serangan yang mampu menopang permainan cepat khas Bernardo Tavares. Dengan karakter bermain agresif, mobilitas tinggi, dan kemampuan membuka ruang, Peralta dianggap cocok menjadi penghubung antara lini tengah dan lini depan. Di sisi lain, muncul pula spekulasi besar mengenai peluang reuni dengan David da Silva. Striker Brasil yang sudah sangat dikenal publik sepak bola Indonesia itu dinilai masih memiliki naluri gol mematikan dan pengalaman besar di kompetisi domestik.

Jika skenario tersebut benar-benar terwujud, Persebaya bisa memiliki kombinasi lini depan yang sangat komplet. David da Silva akan menjadi finisher utama dengan insting predatornya di kotak penalti. Mariano Peralta berperan sebagai kreator dan penghubung serangan. Sementara Ramadhan Sananta menghadirkan energi, pressing, dan agresivitas tinggi dari lini depan. Trio tersebut juga akan memberi banyak variasi bagi Bernardo Tavares. Sananta bisa dimainkan melebar untuk membuka ruang bagi David da Silva, sementara Peralta dapat turun lebih dalam membangun serangan atau bergerak di antara lini pertahanan lawan. Kombinasi itu memungkinkan Persebaya bermain lebih fleksibel baik dengan pressing tinggi maupun serangan cepat transisi.

Yang paling penting, keberadaan Sananta memberi keseimbangan antara pemain asing dan lokal di lini depan. Dalam era Super League yang semakin kompetitif, memiliki pemain lokal berlabel Timnas Indonesia menjadi aset yang sangat berharga. Persebaya tampaknya memahami hal itu. Mereka tidak hanya membangun tim kuat untuk satu musim, tetapi mencoba membentuk fondasi jangka panjang menuju era baru klub.

Meski hingga kini belum ada pernyataan resmi dari manajemen maupun pihak pemain terkait rumor transfer tersebut, intensitas kabar yang terus muncul membuat publik mulai percaya bahwa komunikasi serius memang sedang berlangsung. Bila semua kepingan itu benar-benar menyatu, Persebaya bukan hanya menghadirkan skuad bertabur bintang. Mereka sedang mencoba membangun ulang formula juara yang pernah membawa Bernardo Tavares sukses besar bersama PSM Makassar kali ini dengan warna hijau khas Bajul Ijo dan lini depan yang berpotensi menjadi salah satu trio paling menakutkan di Super League musim depan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar