MAKASSAR – Suasana di kalangan suporter PSM Makassar mulai memanas. Bukan tanpa sebab, tim kebanggaan mereka terlihat limbek dalam beberapa pekan terakhir. Bayangkan saja, dari dua belas pertandingan terakhir di Super League, cuma satu kemenangan yang berhasil direngkuh Juku Eja. Performa yang benar-benar bikin frustrasi.
Kekalahan terbaru di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin (2/3/2026) seolah jadi puncak gunung es. Ditekuk Persita Tangerang dengan skor 2-4 di kandang sendiri, itu jelas pukulan telak. Akibatnya, sorotan tajam kini mengarah ke sosok pelatih, Tomas Trucha. Mosi tidak percaya mulai bergema dari tribun.
Kalau kamu buka media sosial, terutama akun Instagram resmi klub (@psm_makassar), keributan itu nyata. Kolom komentar dipenuhi suara sumbang dari netizen dan loyalis. Tagar TruchaOut bertebaran di mana-mana, menandai berakhirnya masa bulan madu antara sang pelatih asal Ceko itu dengan para pendukung fanatik.
Kemana Hilangnya Jiwa Spartan?
Alasan kegelisahan ini jelas. PSM, yang dulu dikenal garang dan sulit ditaklukkan di kandang, sekarang tampak kehilangan arah. Permainannya datar, tanpa greget. Beberapa hal krusial jadi sorotan. Trucha dituding gagal menghadirkan variasi dalam menyerang.
Strateginya dianggap terlalu gampang ditebak lawan. Akibatnya, lini depan PSM terlihat tumpul. Bahkan semangat juang khas PSM yang legendaris itu seakan menguap. Belum lagi soal rotasi pemain dan pemilihan starting eleven-nya yang sering bikin geleng-geleng kepala. Banyak keputusan yang dianggap janggal oleh pengamat lokal.
Gemuruh dari Dunia Maya
Di salah satu unggahan klub baru-baru ini, ribuan komentar pedas membanjiri laman. Suara-suara kritis itu datang dari berbagai kalangan, termasuk pendukung garis keras.
"Outmi saja Trucha. Biarmi pelatih lokal saja," tulis akun @rhng_.
Sentimen serupa dilontarkan @agungalifrusadi, "Selama pelatihnya masih ini, tidak bakalan bisa menang PSM."
Tekanan untuk evaluasi juga menguat. Sebagian suporter merasa manajemen harus bertindak cepat sebelum posisi klub makin anjlok di papan klasemen.
"Sudah lama tidak pernah lagi menang. Kayak tidak pernah evaluasi. Menurut keyakinan saya, tidak ada lagi pihak berwenang yang merasa bertanggung jawab atas kondisi tim saat ini," kritik @tauhidpribadi dengan nada kecewa.
Tanggapan Manajemen Masih Ditunggu
Hingga saat ini, pihak manajemen PSM Makassar masih bungkam. Belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan menanggapi tuntutan pemecatan itu. Tapi situasinya tidak sederhana. Tekanan publik yang masif seperti ini biasanya jadi pertimbangan serius bagi pemilik klub. Apalagi bagi PSM, suporter adalah nyawa yang menghidupkan klub kebanggaan Sulsel ini.
Ini jelas ujian berat buat Tomas Trucha. Waktunya hampir habis. Jika tidak ada perubahan drastis di laga-laga mendatang, bukan mustahil surat pemutusan kontrak akan lebih cepat sampai di mejanya.
Lalu, Apa Langkah Selanjutnya?
PSM bukan klub sembarangan. Sebagai klub tertua di Indonesia, sejarahnya panjang dan penuh prestasi. Standar yang ditinggalkan pelatih-pelatih sebelumnya membuat posisi Trucha selalu diawasi ketat, setiap saat.
Sekarang, bola ada di pengurus klub. Pilihannya sulit: tetap bertahan dengan situasi sekarang untuk stabilitas, atau mengambil risiko dengan perombakan demi menyelamatkan sisa musim. Keputusan apapun yang diambil, konsekuensinya besar. (")
Artikel Terkait
Jakarta Ditunjuk Jadi Tuan Rumah FIA Rallycross World Cup 2026
FFI Targetkan Timnas Futsal Indonesia Tampil di Piala Dunia 2028
Kurniawan Minta Maaf Usai Timnas U-17 Takluk dari Malaysia
Mantan Kiper Arsenal dan Austria, Alex Manninger, Tewas dalam Kecelakaan Kereta Api