Ijazah Jokowi: Antara Fatamorgana dan Fakta yang Tak Kunjung Terjawab

- Minggu, 07 Desember 2025 | 11:50 WIB
Ijazah Jokowi: Antara Fatamorgana dan Fakta yang Tak Kunjung Terjawab

SUDAHLAH, IJAZAH JOKOWI ITU PALSU!

Oleh: M Rizal Fadillah

Belakangan ini, ramai lagi soal ijazah Presiden Jokowi. Pemicunya? Insiden AI dari LISA UGM yang menyebutkan Jokowi tak lulus dari Fakultas Kehutanan kampus tersebut. Nah, dari situ, makin banyak orang yang yakin bahwa dokumen ijazahnya memang bermasalah. Intinya sederhana: sampai sekarang, belum ada bukti hukum yang benar-benar bisa menepis keraguan itu. Makanya, asumsinya malah jadi terbalik: ijazah itu dianggap palsu, sampai keasliannya bisa dibuktikan dengan jelas. Titik.

Di balik fatamorgana kepandaian, kadang tersimpan kebodohan. Ijazah Jokowi ini seperti hilang ditelan gemuruh informasi publik. Padahal, sudah berulang kali ditampilkan dalam berbagai bentuk: fotokopi, hasil legalisasi, hingga file scan. Semua rinciannya dibedah: foto pria berkumis dan berkacamata, stempel di bawahnya, jenis huruf, logo, nomor, tanggal, sampai tanda tangan.

Semua berawal dari penunjukkan dokumen oleh Dekan Fakultas Kehutanan waktu itu. Lalu, muncul tayangan dari rekan-rekan Jokowi, kesaksian yang diperlihatkan ke wartawan, hingga penegasan dari Dian Sandi. Belum lagi dokumen yang muncul di Bareskrim, KPU, KPUD DKI, KPUD Surakarta, dan scan milik Andi Azwan. Semuanya serupa. Itulah yang kemudian disebut sebagai ijazah "asli" oleh pihak Jokowi.

Namun begitu, dokumen "asli" itu justru dibongkar habis oleh para ahli. Dr. Rismon Sianipar, ahli digital forensik, dan Dr. Roy Suryo, pakar telematika, keduanya sampai pada kesimpulan yang mencengangkan. Analisis mereka menyebut pemalsuan dengan tingkat keyakinan yang sangat tinggi, mulai dari 99,9% hingga angka yang fantastis. Yang menarik, sampai saat ini tidak ada satu pun pihak yang mampu membantah analisis keduanya secara memadai. Baik UGM maupun Laboratorium Forensik Mabes Polri seolah tak berkutik.

UGM cuma bisa menjelaskan proses perkuliahan Jokowi, sayangnya penjelasan itu terasa bias dan tanpa dukungan dokumen yang valid. Sementara itu, Mabes Polri hanya berani menyatakan bahwa ijazah itu "identik". Identik dengan apa? Kalau identik dengan sesama dokumen palsu, ya hasilnya tetap palsu. Identik itu jelas beda dengan otentik. Mirisnya, baik UGM dari era Rektor Pratikno hingga Ova Emilia maupun Polri di bawah kepemimpinan Tito Karnavian sampai Listyo Sigit, terlihat seperti bermain aman dalam melindungi Jokowi.

Sudah empat tahun bahkan ada ahli hukum yang bilang sebelas tahun ijazah ini dipertanyakan. Lama sekali. Selama itu pula, tak terlihat itikad baik dari Jokowi untuk secara sukarela menunjukkannya ke publik. Ada rasa takut, mungkin. Konon katanya hanya mau ditunjukkan di pengadilan. Tapi, berbagai proses pengadilan sudah digelar, dan ijazah itu tetap saja tak kunjung muncul jelas. Omong kosong belaka. Kalau memang asli, untuk apa disembunyikan? Atau jangan-jangan, ijazah ini cuma bayangan hantu? Jokowi memang jago tipu-tipu.

Jadi, sudahlah. Ijazah Jokowi itu palsu. Andaikata ada dua teriakan yang menyatakan asli, maka dua juta teriakan lain akan membalasnya: palsu! Para pemimpin bangsa, cendekiawan, laboratorium, dan aparat kita akan tercatat sebagai yang paling tidak becus sedunia. Mereka bertahun-tahun gagal membuktikan keaslian selembar kertas. Tragis, dan sungguh menyedihkan.

Kita sedang berduka atas banjir bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar sebuah tragedi akibat keserakahan manusia. Tapi, di sisi lain, kita juga patut berduka atas perilaku manusia yang merusak bangsa dengan ijazah palsu. Manusia itu memang serakah.

Betapa konyolnya negeri ini.

") Pemerhati Politik dan Kebangsaan
Bandung, 7 Desember 2025

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini