Aktivis Muda Muhammad Fithrat Irfan Serukan Jaga Persatuan Bangsa di Tengah Tekanan Ekonomi dan Politik

- Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:30 WIB
Aktivis Muda Muhammad Fithrat Irfan Serukan Jaga Persatuan Bangsa di Tengah Tekanan Ekonomi dan Politik

Aktivis muda nasional, Muhammad Fithrat Irfan, menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat mulai dari aktivis, akademisi, hingga mahasiswa untuk terus merawat persatuan dan keutuhan bangsa di tengah tekanan ekonomi serta dinamika politik yang tengah dihadapi Indonesia. Seruan ini disampaikan sebagai respons terhadap situasi kebangsaan yang menurutnya memerlukan kewaspadaan dan sikap bijak dari semua pihak.

Fithrat, yang juga menjabat sebagai komisaris independen PT Electronic Data Interchange Indonesia salah satu anak usaha Pelindo menegaskan bahwa perjalanan bangsa ini dibangun melalui proses perjuangan panjang yang memakan pengorbanan jiwa, raga, darah, dan air mata para pendiri bangsa. Menurutnya, kondisi yang tengah dihadapi Indonesia saat ini perlu disikapi secara proporsional dan tidak boleh dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memecah belah persatuan nasional.

“Saya mengimbau kepada rekan-rekan aktivis, akademisi, maupun mahasiswa agar tetap menjaga keutuhan bangsa dan negara. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi yang ada untuk memecah belah anak bangsa,” ujar Fithrat dalam pernyataannya, Sabtu (13/6).

Ia menilai setiap persoalan bangsa harus dilihat secara objektif dan menyeluruh. Proses pembangunan sebuah negara besar, menurutnya, tidak pernah berlangsung secara instan, melainkan melalui berbagai tahapan dan tantangan yang harus dihadapi bersama.

“Negara yang besar selalu melalui proses panjang. Tidak ada negara yang tumbuh dan maju tanpa menghadapi berbagai tantangan dan dinamika. Karena itu, kita perlu memberi ruang kepada pemerintah untuk terus melakukan pembenahan,” katanya.

Di sisi lain, Fithrat menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Namun, kritik tersebut diharapkan tetap disampaikan secara konstruktif dan berorientasi pada kepentingan bangsa serta rakyat.

“Kritik tentu diperlukan dalam demokrasi. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kritik itu dapat mendorong perbaikan dan memberikan manfaat bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.

Menurut Fithrat, pemerintah saat ini tengah berupaya menjalankan berbagai program pembangunan dan reformasi tata kelola, termasuk pemberantasan korupsi serta pelaksanaan agenda Asta Cita yang menjadi arah pembangunan nasional. Ia juga menyoroti bahwa tekanan ekonomi yang pernah terjadi tidak dapat dilepaskan dari situasi global yang penuh ketidakpastian, termasuk dinamika geopolitik internasional yang berdampak terhadap perekonomian berbagai negara.

“Situasi ekonomi global saat ini memang penuh tantangan. Banyak negara menghadapi tekanan yang sama akibat kondisi geopolitik dan ekonomi dunia yang tidak menentu. Karena itu, diperlukan kerja sama seluruh elemen bangsa untuk menghadapinya,” katanya.

Fithrat mengapresiasi berbagai langkah yang dilakukan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kepercayaan investor. Menurutnya, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif seiring membaiknya sejumlah indikator ekonomi. Ia juga memberikan apresiasi kepada para pemangku kepentingan yang terlibat dalam menjaga stabilitas nasional dan perekonomian, termasuk jajaran pemerintah yang terus berupaya memperkuat kepercayaan dunia usaha dan investor terhadap Indonesia.

Di akhir pernyataannya, Fithrat mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa cinta tanah air dan menjaga persatuan sebagai modal utama pembangunan bangsa. “Jangan pernah lelah mencintai bangsa dan negara ini. Indonesia merdeka karena perjuangan para pendahulu kita. Tugas kita sekarang adalah menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan kontribusi terbaik bagi bangsa,” tutupnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar