Trump Setujui Serangan Baru ke Iran, Bisa Dimulai Akhir Pekan Ini

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:35 WIB
Trump Setujui Serangan Baru ke Iran, Bisa Dimulai Akhir Pekan Ini

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah memerintahkan militer untuk melancarkan serangan baru terhadap Iran yang dapat dimulai paling cepat akhir pekan ini dan berlanjut selama beberapa hari ke depan. Keputusan ini diambil setelah Iran menyerang pasukan AS di Yordania dan AS melancarkan serangan balasan pada Rabu lalu.

Trump menyetujui rencana serangan tersebut dalam rapat kabinet di Camp David pada Jumat (31/7/2026). Namun, operasi yang direncanakan masih dapat ditangguhkan jika Washington dan Teheran segera mencapai kemajuan diplomatik. Para pejabat AS juga memperingatkan bahwa Trump dapat mengubah keputusannya sebelum serangan dimulai.

“Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras,” kata Trump dalam pertemuan yang disiarkan televisi. Ia meyakini tekanan militer yang berkelanjutan akan memaksa Teheran kembali bernegosiasi dan meninggalkan program nuklirnya. Pernyataan ini menandai perubahan sikap dari awal pekan, ketika Trump mengatakan “negosiasi yang sangat ramah” sedang berlangsung dan menghentikan sementara operasi militer AS.

Trump menuduh para pejabat Iran berulang kali melanggar komitmen dan menyebut mereka mitra negosiasi yang “sangat tidak terhormat”. Sementara itu, diplomat Iran menyampaikan ketidakpercayaan yang mendalam, dengan alasan ancaman militer Amerika merusak prospek kesepakatan.

Teheran menegaskan program nuklirnya untuk tujuan sipil dan tidak mencari senjata atom. Namun, tiga fasilitas pengayaan uranium utama Iran telah dihantam AS tahun lalu. Para pejabat Amerika mengatakan Iran saat ini tidak memperkaya uranium. Trump telah mengidentifikasi Gunung Pickaxe, tempat yang diyakini intelijen Israel sebagai lokasi penyimpanan sentrifugal Iran, sebagai salah satu target potensial serangan di masa mendatang.

Garda Revolusi Islam Iran bersumpah pada Kamis untuk melanjutkan serangan setelah pembalasan AS terbaru. Salah satu opsi yang diajukan kepada Trump melibatkan kampanye serangan udara intensif selama dua minggu yang bertujuan melemahkan kemampuan rudal Iran. Meski begitu, penasihat militer telah menyampaikan kekhawatiran tentang penurunan persediaan amunisi AS.

Konflik ini memasuki bulan keenam dengan kedua belah pihak mempertahankan tuntutan inti mereka. Washington menginginkan Iran menghentikan program nuklirnya dan mengakhiri kendalinya atas Selat Hormuz, yang menjadi pusat pengiriman minyak global. Teheran menolak kedua syarat tersebut.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags