Kondisi pascabanjir di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, mulai menunjukkan perbaikan signifikan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa genangan air di sejumlah wilayah terdampak berangsur surut setelah sebelumnya meluap akibat peningkatan debit Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga sejak Rabu (20/5) sore.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi sejak Kamis (21/5) kini dalam kondisi lebih terkendali. Meskipun demikian, proses penanganan darurat dan pendataan kerusakan masih terus berlangsung oleh petugas gabungan di lapangan.
“Fokus utama saat ini diarahkan pada percepatan normalisasi tanggul dan pemulihan lingkungan permukiman warga,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Jumat (22/5).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara telah mengerahkan dua unit alat berat ke lokasi terdampak di Kecamatan Deleng Pokhkisen serta wilayah Lawe Sumur dan Bambel. Langkah ini bertujuan mempercepat proses normalisasi tanggul sekaligus membuka akses yang tertutup material banjir.
“Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi luapan susulan apabila terjadi peningkatan curah hujan,” imbuh Abdul Muhari.
Sementara itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD setempat masih terus bergerak melakukan kaji cepat dan pendataan kerusakan rumah warga. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 991 jiwa dari 252 kepala keluarga terdampak banjir yang melanda tiga kecamatan dan sembilan desa di Aceh Tenggara. Kerugian materiil meliputi tiga unit rumah mengalami rusak ringan, sementara 249 unit rumah lainnya terdampak genangan.
Seiring surutnya tinggi muka air, masyarakat mulai melakukan pembersihan rumah dan fasilitas umum secara gotong royong. Personel pemadam kebakaran dan BPBD Kabupaten Aceh Tenggara turut membantu proses pembersihan lumpur sisa banjir agar lingkungan warga dapat segera pulih dan aktivitas masyarakat berjalan normal secara bertahap.
Di sisi lain, dukungan kebutuhan dasar bagi warga terdampak datang dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Agara. Bantuan air bersih telah disalurkan ke beberapa titik untuk memenuhi kebutuhan warga pascabanjir.
Abdul Muhari mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem dan potensi banjir susulan. Ia menekankan agar pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya di wilayah Aceh, Kalimantan, dan Jawa Timur, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, banjir rob, longsor, serta cuaca ekstrem.
“Berdasarkan prakiraan cuaca beberapa hari ke depan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi dan dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah wilayah,” ujarnya.
Artikel Terkait
Wakil MPR: Lindungi Anak di Ruang Digital Butuh Gerakan Bersama, Bukan Sekadar Regulasi
Pemadaman Listrik Serentak Landa Sumatera, dari Riau hingga Aceh
Guru Sekolah Rakyat Bekasi Cerita Semangat Belajar Siswa di Tengah Keterbatasan Fasilitas
GRIB Jaya Bantah Tuduhan Penyekapan terhadap Anak Ahmad Bahar, Sebut Hanya Beri Nasihat Kebapakan