Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa program bahan bakar B50 tidak akan berjalan tanpa keterlibatan Pertamina. Pernyataan itu disampaikan dalam sambutannya pada acara peluncuran B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (9/7/2026).
Bahlil menyebut, 80 persen dari bahan baku Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang digunakan dalam B50 diolah oleh Pertamina. "Direktur Utama Pertamina Bapak Simon dengan seluruh direksi, jujur pak, tanpa Pertamina, B50 ini gak berjalan," ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pengolahan FAME yang dilakukan Pertamina sangat menentukan kualitas dan harga B50. "Saking olahannya harganya naik turun pak," lanjut Bahlil.
Dengan diluncurkannya B50 secara resmi, Bahlil berharap harga bahan bakar campuran sawit itu semakin stabil. "Mudah-mudahan dengan peluncuran ini semakin paten harganya," kata dia.
Artikel Terkait
Bahlil Ancam Tinjau RKAB Pengusaha Tambang yang Tak Mau Pakai B50
Prabowo Resmikan B50, Klaim Hemat Devisa Rp 170 Triliun dan Tantang Jajaran Kembangkan B60
Prabowo Resmikan Biodiesel B50, Indonesia Negara Pertama di Dunia Terapkan Mandatori B50
Prabowo Resmikan Program Biodiesel B50, Target Hemat Devisa Rp170 Triliun