Prabowo Resmikan B50, Klaim Hemat Devisa Rp 170 Triliun dan Tantang Jajaran Kembangkan B60

- Kamis, 09 Juli 2026 | 16:30 WIB
Prabowo Resmikan B50, Klaim Hemat Devisa Rp 170 Triliun dan Tantang Jajaran Kembangkan B60

Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program biodiesel 50 persen (B50). Ia menyebut kebijakan ini mampu menghemat devisa negara hingga Rp 170 triliun. Peluncuran dilakukan di Tol Cikampek pada Kamis, 9 Juli.

“Bayangkan kita sekarang sudah bisa menghemat devisa uang keluar Rp 170 triliun. USD 10 miliar dolar kita hemat. Kita hemat di sini (B50) USD 10 miliar dolar,” kata Prabowo.

Meski B50 sudah berjalan, Prabowo tak ingin program biodiesel berhenti di situ. Ia menantang jajarannya untuk terus mengembangkan hingga B60. “Terima kasih Pertamina dan semua jajaranmu teruskan, jangan berhenti di B50. Kalau bisa B60. Bulan apa B60?” ujarnya.

Prabowo juga mengungkapkan bahwa awalnya ia mendorong penggunaan biodiesel hingga B100. Namun, para menteri meyakinkannya bahwa dengan B50 saja Indonesia sudah tidak perlu lagi mengimpor solar. “Bahkan pada saat itu saya mendorong ke arah B100. Tapi menteri-menteri saya meyakinkan saya, Pak, dengan B50 saja kita sudah tidak impor solar lagi dari luar negeri. Jadi ini adalah satu prestasi bangsa yang luar biasa,” kata Prabowo.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, yang hadir di lokasi yang sama, menjelaskan bahwa total konsumsi solar nasional mencapai 38–40 juta kiloliter per tahun. Sebelumnya, Indonesia masih mengimpor 3–4 juta kiloliter per tahun. “Dengan implementasi B50 kita alhamdulillah tidak lagi melakukan impor produk solar,” kata Bahlil.

Bahlil menambahkan, program B50 diperkirakan meningkatkan nilai tambah crude palm oil (CPO) dari Rp 20,92 triliun menjadi sekitar Rp 23,49 triliun. Selain itu, program ini diprediksi menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja dan menurunkan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 44,46 juta ton CO2 pada 2026.

Implementasi B50 juga memberikan dampak ekonomi dan lingkungan yang signifikan. Pada 2025, program B40 menghemat devisa sebesar Rp 133,3 triliun. Dengan mandatori B50 pada 2026, penghematan diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp 170 triliun. “Jadi dari B40 ke B50, itu bisa menambah devisa negara hingga Rp 170 triliun,” ujar Bahlil.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags