Winger Barcelona Lamine Yamal secara terbuka menyatakan harapannya agar penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez, bersedia pindah ke Camp Nou pada bursa transfer musim panas ini. Ia menilai Alvarez memiliki kemampuan luar biasa yang sangat cocok dengan gaya permainan skuad Barcelona saat ini.
"Kami menunggunya di Barca dengan tangan terbuka. Julian adalah tipikal pemain yang semua orang ingin bermain bersamanya," ujar Yamal dalam wawancara dengan Mundo Deportivo, Kamis (09/07/2026).
Barcelona saat ini tengah membutuhkan striker baru setelah berpisah dengan Robert Lewandowski dan Marcus Rashford untuk memperkuat lini serang musim depan. Manajemen klub beberapa pekan lalu telah mengakui ketertarikan mereka terhadap Alvarez, dan sang pemain asal Argentina itu dilaporkan juga berminat untuk bergabung.
Namun, proses transfer ini menemui kendala besar. Atletico Madrid memblokir langkah tersebut dan enggan melepas Alvarez ke sesama klub rival La Liga. Pihak Atletico hanya bersedia menjual penyerang Timnas Argentina itu ke klub luar Spanyol demi menghindari penguatan kekuatan tim pesaing domestik mereka.
Yamal menyadari situasi transfer ini akan berjalan sangat alot akibat restu dari manajemen Atletico. Meski demikian, ia berharap manajemen Barcelona bisa segera menemukan solusi terbaik.
"Dia sangat sempurna untuk gaya bermain Barca. Dia juga pemain yang top, dan semua orang tahu akan itu. Jadi saya harap dia bisa bergabung bersama kami," pungkasnya.
Klausul Pelepasan yang Tinggi
Sebagai langkah proteksi, Atletico Madrid dikabarkan menetapkan klausul pelepasan yang sangat tinggi jika Barcelona tetap bersikeras ingin merekrut sang penyerang. Nilainya mencapai 500 juta euro, angka yang dipastikan tidak sanggup dibayar oleh Barcelona. Alhasil, manajemen mulai mempertimbangkan beberapa alternatif striker lain di pasar transfer.
Artikel Terkait
Lamine Yamal Buka Suara Dukung Transfer Julian Alvarez ke Barcelona
Lamine Yamal Buka Suara soal Rumor Julian Alvarez ke Barcelona
Barcelona Incar Rafael Leao di Tengah Krisis Keuangan
Komentar Yamal Soal Prancis Tak Gentarkan Kounde