Warner Bros. merilis trailer perdana film Dune: Part Three yang penuh ketegangan. Sebagai penutup trilogi arahan Denis Villeneuve, film ini menampilkan Paul Atreides yang harus berhadapan dengan konsekuensi pahit dari kekuasaannya sebagai kaisar galaksi.
Berlatar 17 tahun setelah peristiwa di film kedua, Paul Atreides yang diperankan Timothee Chalamet kini terlihat jauh lebih goyah. Penglihatannya mengenai masa depan mulai memudar, membuatnya tampak gamang dan gelisah dalam beberapa adegan. “Masa depan punya caranya sendiri untuk berbicara kepada saya. Saya tidak bisa melihat apa yang ada di depan,” ujar Paul dalam trailer.
Sisi gelap kepemimpinan Paul semakin kentara dengan kemunculan sosok antagonis baru, Scytale, seorang pengubah wujud yang diperankan Robert Pattinson. Tak hanya ancaman politik dari Scytale, hubungan Paul dan Chani yang dimainkan Zendaya kini berada di titik nadir. Pernikahan Paul dengan Princess Irulan (Florence Pugh) menjadi dinamika baru dalam alur cerita.
Dune: Part Three juga menghadirkan Jason Momoa, Rebecca Ferguson, Isaach de Bankolé, Charlotte Rampling, Anya Taylor-Joy, serta Javier Bardem. Denis Villeneuve kembali duduk di kursi sutradara dengan Brian K. Vaughn sebagai penulis skenario. Film yang diadaptasi dari seri novel karya Frank Herbert ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 18 Desember mendatang.
Sinopsis Dune: Part Three
Dune: Part Three mengambil latar hampir dua dekade setelah Paul Atreides berhasil merebut takhta Imperium. Kini menjabat sebagai Kaisar yang berkuasa penuh, Paul menghadapi konsekuensi besar dari setiap keputusan yang pernah diambilnya demi mempertahankan kekuasaan.
Di tengah pemerintahannya, para sekutu lama kembali hadir dengan kepentingan masing-masing. Sementara itu, ancaman baru yang lebih berbahaya mulai bermunculan, disertai berbagai pengkhianatan yang mengintai dari berbagai arah. Paul terus dihantui penglihatan mengenai runtuhnya Imperium. Kemunculan kembali sosok yang selama ini ia rindukan semakin memperumit situasi, sementara sebuah konspirasi besar perlahan terungkap dengan Chani menjadi pusat dari misteri yang berkembang.
Ketika benih-benih pemberontakan mulai menyebar dan para musuh semakin mendekat, Paul dipaksa menghadapi kenyataan pahit tentang harga yang harus dibayar demi mempertahankan kekuasaan. Ia juga harus menentukan nasib orang-orang yang paling berarti dalam hidupnya.