Prancis menuding Iran telah memancing serangan terbaru Amerika Serikat dengan melanggar kesepakatan gencatan senjata. Tudingan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot dalam wawancara dengan saluran televisi TF1, Kamis (9/7/2026).
"Iran-lah yang, dengan menargetkan kapal-kapal yang berlayar di perairan Oman, melanggar komitmennya sendiri serta melanggar hukum internasional," kata Barrot. "Iran telah melanggar kesepakatan yang dicapai dengan Amerika Serikat," imbuhnya.
Barrot menyerukan ketenangan di antara pihak-pihak yang berkonflik. "Manuver semacam ini harus benar-benar dihentikan agar perundingan krusial ini dapat terus berjalan dalam kondisi terbaik," cetusnya.
AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan sejak Selasa (7/7) dan berlanjut hingga Kamis (9/7). Keduanya bersaing memperebutkan kendali atas Selat Hormuz yang strategis dan vital bagi pasokan minyak serta gas global.
Artikel Terkait
Serangan AS Hari Kedua di Iran Tewaskan 14 Orang, Puluhan Lainnya Luka
Iran: Selat Hormuz Hanya Buka di Bawah Pengaturan Kami
Maroko Kehilangan Ismael Saibari di Perempat Final Piala Dunia 2026 Lawan Prancis
Menlu Iran Balas Hinaan Trump dengan Tindakan, Bukan Kata-kata