Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut pemimpin Iran sebagai "sampah" dan "tidak waras" dengan sikap tenang namun tegas. Araghchi menyatakan bahwa Iran tidak akan membalas hinaan dengan hinaan, melainkan dengan tindakan nyata.
"Menyebut bangsa Iran yang beradab dan pemberani dengan bahasa yang merendahkan, tidak akan mengurangi keagungan mereka," tulis Araghchi di media sosial X, Kamis (9/7/2026). "Bangsa Iran dikenal karena kesantunan, budaya, dan nilai moral yang kuat. Kami tidak membalas kata-kata kasar dengan kata-kata kasar, melainkan dengan tindakan: tanpa rasa takut dan penuh keberanian."
Pernyataan Araghchi ini merupakan respons atas komentar Trump di sela-sela KTT NATO di Turki. Trump menyebut kepemimpinan Iran sebagai "sampah" dan "tidak waras", serta mengumumkan bahwa kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara telah berakhir setelah kembali terjadi serangan.
"Saya pikir itu sudah berakhir," kata Trump kepada wartawan. "Saya tidak ingin berurusan lagi dengan mereka. Mereka sampah, mereka orang-orang sakit, mereka dipimpin oleh orang-orang sakit jiwa, dan mereka orang-orang yang kejam dan brutal. Dan jika mereka memiliki senjata nuklir, mereka akan menggunakannya." Trump menambahkan bahwa berurusan dengan Iran hanya membuang-buang waktu.
Artikel Terkait
Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Hampir Lumpuh Setelah Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir
Harga Minyak Melonjak 6% Usai Trump Hentikan Perundingan dengan Iran
Trump Ancam Hantam Iran Lebih Keras jika Serangan di Selat Hormuz Berlanjut
Duta Besar Indonesia Tak Diizinkan Masuk Pemakaman Ayatollah Khamenei karena Aturan Akses Iran