Lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz hampir berhenti total pada Kamis (9/7/2026) setelah kondisi keamanan memburuk di jalur maritim penting tersebut. Amerika Serikat (AS) melakukan serangan besar-besaran terhadap Iran dalam beberapa hari terakhir, memicu perlambatan drastis pergerakan kapal.
Menurut data pelacakan kapal, pergerakan di selat itu sebagian besar hanya terjadi di area yang dikuasai Iran. Sementara itu, koridor alternatif di perairan Oman yang dibuka AS tampak sepi. Dari kapal-kapal besar, hanya sebuah kapal tanker super yang dikenai sanksi AS yang terlihat, bersama dengan sebuah kapal kontainer berbendera Iran. Namun, ada kemungkinan kapal-kapal melintas dengan transponder dimatikan.
Perlambatan ini terjadi setelah serangkaian serangan Iran terhadap kapal di Selat Hormuz memicu aksi balasan AS. Pada Rabu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Sekitar 14 kapal pengangkut komoditas melintasi selat pada Rabu, jumlah terendah sejak kesepakatan damai antara Iran dan AS pada pertengahan Juni. Setelah kesepakatan itu, angka sempat naik menjadi rata-rata 34 kapal komoditas per hari.
Artikel Terkait
Harga Minyak Melonjak 6% Usai Trump Hentikan Perundingan dengan Iran
Trump Ancam Hantam Iran Lebih Keras jika Serangan di Selat Hormuz Berlanjut
Duta Besar Indonesia Tak Diizinkan Masuk Pemakaman Ayatollah Khamenei karena Aturan Akses Iran
AS Bombardir Iran Malam Kedua, Targetkan 90 Fasilitas Militer