Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Mohammad Said Didu, meyakini persoalan di tubuh badan usaha milik negara (BUMN) dapat diselesaikan dengan langkah sederhana namun tegas. Kuncinya, kata dia, ada pada satu perintah Presiden Prabowo Subianto kepada CEO Danantara Rosan Roeslani dan Kepala BP BUMN Dony Oskaria.
Dalam video yang dirilis pada Kamis (9/7/2026), Said Didu menegaskan bahwa penyelesaian BUMN hanya butuh satu instruksi dari kepala negara. "Tutup pintu dan jendela kepada orang-orang non-profesional," ujarnya.
Menurut Said Didu, setelah akses bagi kalangan nonprofesional ditutup, pemerintah tinggal menjalankan tata kelola yang berorientasi pada kinerja. Ia kemudian memaparkan lima langkah singkat untuk menyehatkan BUMN.
Pertama, Presiden memerintahkan CEO Danantara dan Kepala BP BUMN agar menutup pintu masuk bagi orang-orang nonprofesional ke BUMN. Kedua, menetapkan target kinerja yang jelas bagi masing-masing BUMN. Ketiga, memilih direksi dan komisaris yang profesional agar mampu mencapai target-target tersebut.
Keempat, Presiden, Danantara, dan BP BUMN memberikan perlindungan kepada direksi dan komisaris BUMN dalam menjalankan tugasnya secara profesional. Kelima, diperlukan sikap tegas dari pimpinan negara. "Marah-marah sedikit," ujar Said Didu.
Ia menilai jika lima langkah tersebut dijalankan secara konsisten, persoalan yang selama ini membelit BUMN dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan tata kelola perusahaan pelat merah akan menjadi lebih sehat serta profesional.
Artikel Terkait
Indonesia Resmi Luncurkan Biosolar B50, Pertama di Dunia
Prabowo Hadiri Peluncuran B50 di Rest Area KM 57 Tol Japek
Prabowo Resmikan Peluncuran Biodiesel B50, Targetkan Transisi 3 Bulan
Prabowo Resmikan Peluncuran Biosolar B50 di Karawang, Targetkan Kemandirian Energi