Presiden Prabowo Subianto tiba di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (9/7) siang, untuk memimpin seremonial peluncuran biodiesel 50 persen (B50). Mengenakan kemeja safari cokelat, ia hadir sekitar pukul 14.20 WIB dan langsung meninjau implementasi penggunaan B50 di lokasi.
Dalam kesempatan itu, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi memberikan penjelasan langsung kepada Presiden mengenai bahan bakar nabati tersebut. Turut mendampingi sejumlah pejabat tinggi, antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Mensesneg Prasetyo Hadi.
Hadir pula Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, CEO Danantara Rosan Roeslani, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya.
Transisi Tiga Bulan
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyatakan mandatori B50 akan berlaku setelah seremoni yang dipimpin Presiden. Implementasi B50, menurut dia, harus melalui masa transisi selama tiga bulan untuk menghabiskan sisa pasokan B40 yang masih ada di SPBU.
"Setelah itu ada tahap harmonisasi 3 bulan, penyesuaian waktu 3 bulan untuk menghabiskan stok-stok B40 yang lama sekaligus untuk memastikan distribusinya ke daerah," ujar Anggia.
Ia menjamin seluruh infrastruktur, baik dari sisi pemasok bahan bakar nabati dari minyak kelapa sawit (CPO), fasilitas pencampuran, maupun SPBU, sudah aman.
Sementara itu, PT Pertamina (Persero) mulai mendistribusikan B50 pada 1 Juli 2026. Perusahaan menyiapkan pasokan sekitar 87,2 juta liter per hari melalui PT Pertamina Patra Niaga.
Artikel Terkait
Bahlil Tegaskan B50 Tak Akan Berjalan Tanpa Peran Pertamina
Prabowo Resmikan Program Biodiesel B50, Target Hemat Devisa Rp170 Triliun
Indonesia Resmi Luncurkan Biosolar B50, Pertama di Dunia
Bahlil Sindir Tiga Gubernur: Koalisi Aman, Gas dan Rem Harus Dipakai