Memaknai kebebasan bisa berubah seiring bertambahnya usia. Di awal karier, kebebasan sering diartikan sebagai keberanian mengejar mimpi atau mencoba peluang baru. Namun ketika memasuki fase berkeluarga, maknanya bergeser menjadi kemampuan menentukan rencana hidup yang stabil bersama pasangan.
Setiap fase juga diikuti tantangan, mulai dari tuntutan karier, kebutuhan keluarga, kondisi kesehatan, hingga masalah finansial. Persiapan yang kurang matang dapat memengaruhi kebebasan seseorang dalam menjalani hidup. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sejak dini agar tetap bebas melangkah di setiap fase kehidupan.
Menentukan Tujuan Hidup
Tujuan hidup tidak harus selalu besar atau ambisius. Bisa dimulai dari keinginan sederhana, seperti pola hidup lebih sehat, karier yang terus berkembang, membangun keluarga harmonis, atau mencapai kemandirian hingga usia senja. Dengan tujuan yang jelas, seseorang akan lebih mudah menentukan langkah dan mengambil keputusan yang selaras dengan kehidupan yang ingin dibangun.
Mengembangkan Kemampuan Diri
Mengembangkan diri menjadi bekal penting agar tetap relevan di setiap fase kehidupan. Caranya bisa dengan mengikuti pelatihan, mempelajari keterampilan baru, membaca, atau bergabung dalam komunitas sesuai minat. Kemampuan yang terus berkembang tidak hanya mendukung kemajuan karier, tetapi juga membantu Anda lebih siap menghadapi perubahan baru.
Menyusun Rencana Finansial Realistis
Kesiapan finansial penting agar dapat menjalani hidup dengan lebih tenang. Namun kebiasaan menyisihkan pendapatan masih menjadi tantangan. Survei GoodStats 2024 menunjukkan 70 persen responden mengaku tidak mampu menyisihkan pendapatan secara rutin untuk ditabung. Langkah awal mengatasi tantangan ini adalah memahami kondisi keuangan pribadi dengan mencatat pemasukan, pengeluaran, cicilan, tabungan, hingga tanggungan setiap bulan. Setelah itu, susun prioritas keuangan sesuai kebutuhan dan fase hidup yang sedang dijalani.
Menjaga Kesehatan sebagai Bekal Jangka Panjang
Selain finansial, menjaga kesehatan juga masih menjadi tantangan. Manulife Asia Care Survey 2025 mencatat lebih dari sepertiga masyarakat Indonesia atau 36,2 persen responden masih khawatir terhadap masalah kesehatan fisik dan mental. Sementara 81,6 persen responden merasa telah melakukan upaya yang cukup dan tidak perlu langkah tambahan. Temuan ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan sudah cukup tinggi, tetapi belum diikuti perlindungan yang kuat. Padahal, risiko bisa datang kapan saja dan memengaruhi kemampuan untuk berkembang, berkarya, dan menjalani setiap fase kehidupan dengan tenang.
Manulife Indonesia menghadirkan kampanye MyLifeSebebasItu melalui produk Manulife Dynamic Life Assurance (MyLife) sebagai bentuk komitmen mendukung masyarakat menjalani hidup dengan lebih bebas. Kampanye ini mengajak masyarakat memaknai kebebasan bukan hanya sebagai kemampuan menentukan pilihan, tetapi juga sebagai rasa tenang karena memiliki perlindungan finansial yang tepat. MyLife dirancang sebagai solusi perlindungan jiwa yang fleksibel dan relevan, dengan pilihan masa pembayaran premi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial nasabah.
Produk ini menawarkan beberapa pilihan fleksibel. Pertama, pilihan Manfaat Akhir Pertanggungan berupa tanpa manfaat, pengembalian 100 persen premi, atau 100 persen uang pertanggungan dasar. Kedua, pilihan masa pertanggungan dari 20 tahun hingga 90 tahun. Ketiga, pilihan masa pembayaran premi selama 5, 10, 15, atau 20 tahun. Keempat, perlindungan tambahan berupa tambahan uang pertanggungan dan/atau pembebasan pembayaran premi apabila tertanggung mengalami penyakit kritis. Dengan pilihan yang fleksibel, perlindungan dapat disesuaikan dengan rencana dan kemampuan di setiap fase hidup.