Di tengah hiruk-pikuk Indonesia Economic Summit, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pernyataan tegas. Ia berjanji pemerintah tak akan lagi memakai skema burden sharing dengan Bank Indonesia untuk menutup kebutuhan anggaran. Intinya, skema yang dulu pernah dipakai saat pandemi itu tak akan diulang.
“Tidak akan ada burden sharing,” tegas Purbaya di Hotel Shangri-La, Selasa (3/2).
“Bank sentral itu independen. Saya cukup kaya, saya bisa menerbitkan obligasi sendiri untuk stabilitas pasar,” ujarnya lagi, mencoba meyakinkan para hadirin.
Menurutnya, kondisi fiskal Indonesia sekarang jauh lebih kuat ketimbang masa-masa sulit pandemi COVID-19 dulu. Dengan fondasi yang lebih solid itu, Kementerian Keuangan merasa tak punya alasan untuk meminta BI membeli surat berharga negara (SBN) di pasar perdana. Dulu, langkah itu ditempuh pada 2020-2021 lewat Surat Keputusan Bersama, termasuk pembelian SBN dengan bunga nol persen. Itu adalah kebijakan luar biasa untuk situasi yang juga luar biasa.
Artikel Terkait
Mendag Tegaskan Tak Ada Moratorium, Ekspor Kelapa Tetap Jalan
Pemerintah Pacu Investasi Rp 2.175 Triliun untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6%
Wacana Gentengisasi Prabowo Hangatkan Harapan di Jatiwangi
Hexindo Raup Rp 6,71 Triliun, Tapi Laba Justru Tergerus