Mendag Tegaskan Tak Ada Moratorium, Ekspor Kelapa Tetap Jalan

- Selasa, 03 Februari 2026 | 21:36 WIB
Mendag Tegaskan Tak Ada Moratorium, Ekspor Kelapa Tetap Jalan

Menjelang Ramadan dan Lebaran, isu moratorium ekspor kelapa sempat mencuat. Tapi, Menteri Perdagangan Budi Santoso dengan tegas membantahnya. Tidak akan ada penghentian sementara pengiriman kelapa ke luar negeri, begitu penegasannya.

Budi mengakui memang ada selisih harga antara pasar domestik dan internasional. Namun begitu, pemerintah tak berniat menghalangi niat petani dan pelaku usaha untuk mengekspor. "Kita tidak ada rencana untuk moratorium," ujarnya.

Dia melanjutkan dengan nada santai, "Karena memang, ya, ini petani, kan, lagi menikmati harga harga kelapa. Kalau dulu, kan, harga kelapa murah sekali jadi kita memang gitu." Pernyataan itu disampaikannya di Jakarta Pusat, Selasa lalu.

Memang, harga di dalam negeri terpantau naik. Data Info Pangan Jakarta mencatat, kelapa bulat di ibukota dijual Rp 14.987 per butir. Angka itu naik sekitar Rp 120 dari hari sebelumnya.

Di sisi lain, Menteri Budi justru melihat geliat positif. Saat ini, investor asing mulai melirik industri hilir kelapa dalam negeri, seperti untuk produksi santan dan produk turunan lain. Menurutnya, ini langkah bagus.

"Nah berarti, kan, mereka sudah mendekatkan diri ke bahan bakunya," jelas Budi. Dengan kata lain, selama ini bahan baku itu baru bisa mereka dapatkan jika Indonesia mengekspor. Kehadiran mereka di dalam negeri diharapkan bisa membawa dampak lebih luas.

"Mudah-mudahan akan lebih bagus lagi nanti," pungkasnya penuh harap.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar