Menjelang Ramadan dan Lebaran, isu moratorium ekspor kelapa sempat mencuat. Tapi, Menteri Perdagangan Budi Santoso dengan tegas membantahnya. Tidak akan ada penghentian sementara pengiriman kelapa ke luar negeri, begitu penegasannya.
Budi mengakui memang ada selisih harga antara pasar domestik dan internasional. Namun begitu, pemerintah tak berniat menghalangi niat petani dan pelaku usaha untuk mengekspor. "Kita tidak ada rencana untuk moratorium," ujarnya.
Dia melanjutkan dengan nada santai, "Karena memang, ya, ini petani, kan, lagi menikmati harga harga kelapa. Kalau dulu, kan, harga kelapa murah sekali jadi kita memang gitu." Pernyataan itu disampaikannya di Jakarta Pusat, Selasa lalu.
Memang, harga di dalam negeri terpantau naik. Data Info Pangan Jakarta mencatat, kelapa bulat di ibukota dijual Rp 14.987 per butir. Angka itu naik sekitar Rp 120 dari hari sebelumnya.
Artikel Terkait
Palantir Pacu Nasdaq, Emas Melonjak 6% di Tengah Gejolak Pasar
Pemerintah Pacu Investasi Rp 2.175 Triliun untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6%
Wacana Gentengisasi Prabowo Hangatkan Harapan di Jatiwangi
Hexindo Raup Rp 6,71 Triliun, Tapi Laba Justru Tergerus