“Saya tidak ingin mengganggu independensi bank sentral dengan meminta mereka membeli obligasi saya di pasar perdana,” jelas Purbaya.
“Jadi jangan khawatir. Saya tidak akan mengulangi burden sharing tahun 2021,” tambahnya.
Namun begitu, penolakan terhadap skema pembiayaan bersama itu bukan berarti peran BI menyempit. Di sisi lain, Purbaya menilai mandat bank sentral tidak berhenti hanya pada menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi. Ia melihat masih ada ruang bagi otoritas moneter untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, tentu saja lewat koordinasi kebijakan yang sehat dengan pemerintah. Jalur utamanya tetap akan melalui penerbitan surat utang, bukan melalui pintu belakang yang berisiko mengaburkan kewenangan.
Jadi, pesannya jelas: pemerintah memilih jalan sendiri, sambil tetap menghormati batas-batas independensi mitra kerjanya.
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak