Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, ke Gedung Putih berlangsung hangat. Sampai tiba-tiba, Presiden Donald Trump menyebut sebuah nama yang punya beban sejarah amat berat: Pearl Harbor.
Momen itu langsung mengubah suasana. Ekspresi PM Takaichi berubah, meski pertemuan itu sendiri sejatinya ramah. Trump sedang menjelaskan soal serangan AS dan Israel ke Iran akhir Februari lalu, khususnya tentang alasan di balik kerahasiaan operasi itu.
"Kami tidak kasih tahu siapa-siapa sebelumnya. Soalnya kan mau bikin kejutan," ujar Trump kepada para wartawan yang memadati Ruang Oval.
Lalu, sambil menatap tamunya dari Jepang, ia menambahkan kalimat yang bikin ruangan senyap. "Siapa lagi yang lebih paham soal kejutan selain Jepang, ya kan?"
Tak berhenti di situ. Presiden berusia 79 tahun itu langsung melontarkan pertanyaan yang lebih langsung.
"Kenapa dulu kalian nggak kasih tahu saya soal Pearl Harbor, oke?"
Menurut sejumlah saksi, reaksi Takaichi jelas terlihat. Ia mengandalkan penerjemah dan memilih untuk diam. Tapi gerak tubuhnya bicara banyak: ia seperti menahan napas sebentar dan sedikit bergeser di kursinya. Di ruangan yang penuh sesak itu, bahkan terdengar semacam erangan pelan.
Pernyataan Trump mungkin terdengar ringan baginya. Namun di sisi lain, bagi Jepang sekutu kuat AS saat ini referensi ke serangan mendadak tahun 1941 itu bukanlah bahan candaan. Ucapan itu menyisakan rasa tidak nyaman, sebuah nuansa yang tertinggal jelas di balik senyum dan jabat tangan diplomatik.
Artikel Terkait
OPEC+ Setujui Kenaikan Produksi Minyak 188.000 Barel per Hari di Tengah Gangguan Pasokan Akibat Perang Iran
Baku Tembak di Selat Hormuz: AS Hancurkan Enam Kapal Iran Usai Serangan Rudal dan Drone
Pria 25 Tahun Tewas Dibacok Orang Tak Dikenal di Cengkareng
Borneo FC Fokus Penuh Hadapi Persita, Abaikan Hasil Laga Pesaing Persib