Halaman Balai Kota DKI Jakarta pagi itu ramai, namun khidmat. Di hari Sabtu, 21 Maret 2026, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno memimpin warga Jakarta menunaikan salat Idul Fitri di tempat terbuka. Mereka tak sendirian. Turut hadir dalam barisan, Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan mantan Gubernur DKI, Fauzi Bowo.
Pramono tiba tepat pukul 06.37 WIB. Ia tampak sederhana dengan baju koko putih dan peci hitam, berjalan berdampingan dengan Ma'ruf Amin. Suasana pagi yang cerah seolah melengkapi kekhusyukan mereka berdua.
Di sisi lain, Rano Karno juga terlihat beriringan dengan Ketua DPRD DKI Khoirudin dan Fauzi Bowo. Beberapa pejabat lain seperti Sekda DKI Uus Kuswanto pun hadir, menyatu dalam barisan jamaah yang semakin panjang.
"Minal aidzin ya, selamat Lebaran,"
sapa Pramono singkat pada awak media yang menunggu. Senyumnya hangat, mencairkan kesan formal suasana.
Tak lama kemudian, sekitar pukul 06.41 WIB, salat Id pun dimulai. Wali Kota Jakarta Pusat Arifin dan Kepala Satpol PP DKI Satriadi berada di dekatnya, turut mendampingi. Salat kali ini dipimpin oleh Ustadz Heri Kuswanto sebagai imam, sementara Ma'ruf Amin bertindak sebagai khatib yang menyampaikan khutbah.
Keputusan Lebaran jatuh pada tanggal itu sendiri sudah diumumkan sebelumnya. Menurut Menteri Agama Nasaruddin Umar, sidang isbat yang digelar pada Kamis, 19 Maret, telah menyepakati 1 Syawal 1447 H jatuh persis di hari Sabtu tersebut.
"Disepakati bahwa tanggal 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026,"
jelas Menag dalam konferensi persnya. Jadi, pagi itu di Balai Kota, bukan sekadar ritual keagamaan, tapi juga penegasan dari sebuah keputusan nasional.
Artikel Terkait
Ratusan Bikers Matic Meriahkan Bogor Ride, Motul Hadirkan Komunitas dan Selebritas
Bamsoet Sebut Radikalisme di Tubuh Polri Ancaman Serius bagi Legitimasi Negara
Densus 88 Tangkap Delapan Terduga Teroris JAD di Poso dan Parigi Moutong
Pemerintah Siapkan Insentif untuk 100 Ribu Unit Motor dan Mobil Listrik