Di Gedung Putih, Presiden AS Donald Trump bersikukuh. Tak akan ada gencatan senjata untuk mengakhiri konflik dengan Iran. Alasannya sederhana sekaligus tegas: menurutnya, pasukan Amerika sudah memenangkan pertarungan melawan militer Iran.
"Saya pikir kita telah menang," ujar Trump kepada para wartawan, Sabtu (21/3/2026). Pernyataannya itu dilaporkan oleh kantor berita AFP.
Operasi militer, tegasnya, akan terus berjalan. Opsi gencatan senjata sama sekali tak dipertimbangkan. Bagi Trump, langkah semacam itu tak masuk akal ketika posisi satu pihak sudah begitu dominan.
"Saya tidak ingin melakukan gencatan senjata. Anda tahu Anda tidak melakukan gencatan senjata ketika Anda benar-benar menghancurkan pihak lain," katanya lagi.
Pertanyaan lain mengemuka soal laporan dari Axios. Media itu menyebut Trump mempertimbangkan pendudukan atau blokade di Pulau Kharg, sebuah lokasi strategis Iran, untuk memaksa Teheran membuka kembali selat. Tapi, presiden itu bersikap samar.
"Saya mungkin punya rencana atau mungkin tidak," jawabnya kepada reporter AFP yang menanyai.
Dia menambahkan, "Itu tentu saja tempat yang dibicarakan orang, tetapi saya tidak bisa memberi tahu Anda."
Perang antara AS dan Iran sendiri sudah berlangsung sejak 28 Februari lalu. Dengan dukungan militer Israel, Amerika melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Iran. Balasannya, pihak Iran tak tinggal diam. Mereka membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS yang tersebar di beberapa negara Timur Tengah. Situasinya masih tegang, dan dari kata-kata Trump, akhir dari semua ini tampaknya masih jauh.
Artikel Terkait
Pelajar SMK di Samarinda Meninggal Akibat Sepatu Terlalu Kecil, Keluarga Terkendala Ekonomi
Waisak 2026 Jatuh pada 31 Mei, Rangkaian Libur Akhir Pekan Panjang Terbentuk
Kecelakaan Maut di Ciseeng: Pengendara Motor Tewas Usai Tabrakan dengan Pikap
PSI Tak Akan Beri Bantuan Hukum Institusional untuk Grace Natalie, Sebut Kasusnya Urusan Pribadi