Bisnis.com, PURWOKERTO Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka mendalam atas kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi. Beliau baru saja meninjau langsung lokasi kejadian, dan sempat menjenguk para korban yang dirawat di RSUD Bekasi. Dari sana, ia menegaskan bahwa pemerintah bakal bergerak cepat. Tidak tanggung-tanggung, langkah yang diambil disebutnya akan bersifat menyeluruh.
Yang jadi sorotan utama, kata Prabowo, adalah banyaknya perlintasan kereta yang belum punya sistem pengamanan memadai. Menurutnya, ini persoalan klasik. Sudah berlangsung lama, dan sekarang waktunya ditangani dengan serius. Bukan sekadar wacana.
Di sisi lain, selain investigasi, ia juga berkomitmen untuk membenahi infrastruktur perlintasan kereta di berbagai daerah. Terutama di Pulau Jawa. Soalnya, di sana tingkat kepadatannya tinggi sekali. Lalu lintasnya padat, dan risiko kecelakaannya pun besar.
Berikut pernyataan lengkap Prabowo, usai mengecek lokasi kecelakaan kereta di Bekasi, Selasa (28/4/2026):
"Atas keadaan yang telah terjadi, saya ucapkan bela sungkawa. Atas nama pribadi, atas nama pemerintah. Kita segera akan mengadakan investigasi, kejadiannya bagaimana. Tapi secara garis besar, kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak terjaga."
"Kami segera akan atasi. Pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan ribuan fly over. Karena Bekasi ini juga padat ya. Dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat mendesak. Jadi saya sudah setujui, segera dibangun fly over langsung oleh bantuan presiden. Kemudian di Jawa."
"Ada 1.800 titik yang juga lintasan seperti ini. Dari saya kira dari zaman Belanda sudah 80 tahun sekarang. Sudahlah, kita selesaikan semua itu. Saya akan perintahkan segera, kita akan perbaiki semua ya lintasan tersebut. Ya, apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan fly over. Nanti pelaksanaannya kita tunjuk. Kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 triliun."
"Ya, Rp4 triliun demi keselamatan. Dan demi karena kita sangat penting, kita sangat perlu kereta api. Kita harus keluarkan itu sekarang. Saatnya sudah berapa puluh tahun tidak dilakukan. Kita sekarang lakukan."
Wartawan: "Pak, tadi di dalem ada yang sudah bisa pulang?"
"Sebagian sudah pulang. Kalau gak salah masih sekitar total 60 ya, 54. 54 dan hampir semuanya sudah ditangani. Yang saya lihat sudah ditangani dengan baik. Sebagian sudah dikembalikan, sebagian sudah diurus. Pokoknya semuanya sudah diurus."
Wartawan: "Apakah akan diberikan kompensasi?"
"Ya, nanti ada. Semuanya ada. Kompensasinya."
Artikel Terkait
Keributan Pendaki di Puncak Gunung Lawu, Dua Kelompok Saling Dorong Hanya demi Rebutan Spot Foto
Orang Tua Siswa dan DPRD Apresiasi Pendidikan Humanis di SPN Polda Sulteng
Pimpinan Pesantren Didorong Terapkan Kepemimpinan Sanad Digital untuk Jaga Kualitas Dakwah di Era Medsos
Polisi Temukan Tas Berisi Rp 23 Juta dan Perhiasan di Rest Area Lampung, Dikembalikan Utuh ke Pemudik