Mudik 2026 Pecahkan Rekor, 270 Ribu Kendaraan Padati Tol Saat Puncak

- Jumat, 20 Maret 2026 | 23:45 WIB
Mudik 2026 Pecahkan Rekor, 270 Ribu Kendaraan Padati Tol Saat Puncak

Rekor baru tercipta di jalan tol nasional. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat arus lalu lintas tertinggi sepanjang sejarah mudik Indonesia. Puncaknya terjadi Rabu, 18 Maret 2026 lalu. Begitu kata Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono.

Angkanya cukup mencengangkan. Volume lalu lintas yang dilayani Jasa Marga saat puncak mudik mencapai 270.315 kendaraan. Itu artinya naik hampir dua kali lipat (98,3%) dibanding hari biasa. Bahkan, jika dibandingkan puncak mudik Lebaran tahun sebelumnya, masih terjadi kenaikan sekitar 4,6%.

Rekor ini merupakan gabungan arus dari empat Gerbang Tol utama: Cikupa (arah Barat), Ciawi (Selatan), serta Cikampek dan Kalihurip Utama (keduanya arah Timur). Tapi, ceritanya tak berhenti di situ.

“Tidak hanya yang keluar melalui empat gerbang tol utama. Kami juga mencatat rekor tertinggi dalam melayani arus lalu lintas yang menuju Jalan Tol Trans Jawa selama ini, yang mencapai 175.754 kendaraan. Meningkat 6 persen dibandingkan dengan puncak mudik tahun lalu,”

Demikian penjelasan Rivan dalam rilis resmi yang diterima Jumat, 20 Maret 2026.

Yang menarik, meski jumlah kendaraan membludak hingga memecahkan rekor, kondisi lalu lintas ternyata bisa dikendalikan. Menurut Rivan, kunci utamanya adalah rekayasa lalu lintas yang dijalankan dengan efektif. Strategi ini berhasil mengurai kepadatan yang tak terhindarkan.

Memang, kemacetan parah sempat terjadi, terutama di Jalan Layang MBZ dan ruas Jakarta-Cikampek bawah. Untuk mengatasinya, Jasa Marga bersama Kepolisian memberlakukan berbagai skenario. Mulai dari contraflow yang mengubah satu lajur menjadi tiga, hingga penerapan one way nasional sepanjang ratusan kilometer. Hasilnya? Volume kendaraan di ruas-ruas itu memang tertinggi sepanjang sejarah, tapi lalu lintas akhirnya bisa bergerak.

Rivan memaparkan, target penguraian kepadatan adalah dalam waktu 12 jam. Dan target itu tercapai. Pada Kamis siang sekitar pukul 11.00 WIB, kondisi jalan tol sudah dilaporkan lancar kembali dengan kecepatan kendaraan yang normal.

“Jasa Marga akan terus mengoptimalkan teknologi sebagai decision support system. Ini untuk mendukung keputusan rekayasa lalu lintas dari Kepolisian sesuai kondisi lapangan. Koordinasi lintas sektoral yang intens dengan seluruh pemangku kepentingan juga akan kami tingkatkan ke depannya,”

tambahnya.

Di sisi lain, perusahaan juga mengingatkan para pengemudi kendaraan berat. Mereka diimbau mematuhi ketentuan pembatasan operasional sesuai Surat Keputusan Bersama yang telah ditetapkan, terutama terkait waktu-waktu yang dilarang melintas.

Kini, perhatian beralih ke arus balik. Jasa Marga mengajak masyarakat untuk lebih cermat merencanakan perjalanan pulang. Cobalah hindari puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026, atau H 3 Lebaran. Ada juga kabar baik: diskon tarif tol akan berlaku pada 26-27 Maret 2026. Informasi lalu lintas terkini bisa diakses melalui Aplikasi Travoy, Call Center 133, atau media sosial resmi Jasa Marga.

“Sama seperti saat berangkat, kami imbau masyarakat untuk mengatur waktu keberangkatan arus balik. Tujuannya agar perjalanan mudik dan balik Lebaran 2026 ini bisa aman dan nyaman untuk semua,”

pesan Rivan menutup pernyataannya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar