Gelombang panas yang melanda Eropa kini mencapai Slovakia dan Hungaria, dengan suhu tertinggi tercatat 41 derajat Celsius. Penduduk di kedua negara diminta untuk banyak minum air dan menghindari aktivitas di luar ruangan pada siang hari.
Slovakia mencatat rekor suhu baru pada Senin (29/6) sebesar 41 derajat Celsius, menurut layanan cuaca setempat. Tiga stasiun pemantau di dekat perbatasan dengan Hungaria melampaui rekor tertinggi sebelumnya yang mencapai 40,3 derajat Celsius pada tahun 2007. Institut Hidrometeorologi Slovakia (SHMU) melaporkan suhu 41 derajat Celsius di Turna nad Bodvou, Slovakia bagian tenggara, serta 40,5 derajat Celsius di Muzla dan 40,6 derajat Celsius di Strkovec.
Negara tetangga, Hungaria, juga mengeluarkan peringatan panas tertinggi pada hari yang sama. Perdana Menteri Hungaria, Peter Magyar, memerintahkan kebijakan bekerja dari rumah dan pengurangan jam kerja jika memungkinkan. Suhu di Aszod, Hungaria bagian tengah, mencapai 41,8 derajat Celsius, hanya sedikit di bawah rekor panas mutlak tahun 2007 sebesar 41,9 derajat Celsius. Warga Budapest pun merasakan teriknya matahari.
Seorang pekerja bangunan berusia 43 tahun, Jozsef, mengatakan kepada AFP bahwa ia dan rekan-rekannya banyak minum air dan minuman penyegar yang disediakan oleh pemberi kerja. "Kami akan beristirahat selama waktu jeda, dan memastikan untuk tetap berada di tempat teduh," ujarnya.
Warga lainnya, Johanna Kallay Ratkaine, seorang penyelenggara kamp musim panas pemuda berusia 48 tahun, berpendapat bahwa masyarakat perlu beradaptasi dengan suhu yang semakin panas. "Kita harus membiasakan diri dengan suhu yang semakin panas dari sebelumnya... Tidak banyak yang bisa kita lakukan selain membiasakan diri," katanya kepada AFP.
Artikel Terkait
Mendagri Instruksikan Kepala Daerah Antisipasi Dampak El Nino hingga Oktober 2026
Begal Minimarket di Serang Nyaris Tewas Diamuk Massa, Empat Pelaku Buron
Jepang Kejutkan Brasil di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Bawaslu Dorong Harmonisasi UU Pemilu dengan KUHP dan KUHAP Baru