Veda Ega Pratama Raih P8 di FP1 Moto3 Brasil, Ungguli Rival Asia Tenggara

- Jumat, 20 Maret 2026 | 22:30 WIB
Veda Ega Pratama Raih P8 di FP1 Moto3 Brasil, Ungguli Rival Asia Tenggara

Pembalap Muda Indonesia Bersinar di Tengah Hujan Brasil

Veda Ega Pratama langsung tunjukkan taring. Di sesi latihan bebas pertama Moto3 Brasil, yang digelar di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, pembalap muda Indonesia itu tampil impresif. Trek basah dan sesi yang sempat tertunda satu jam gara-gara hujan deras tak menghalanginya. Ia finis sebagai pembalap Honda kedua tercepat, nangkring di posisi kedelapan. Yang menarik, ia berhasil mengungguli rival sekaligus sesama pembalap Asia Tenggara, Hakim Danish dari Malaysia.

Tantangan Lintasan Basah dan Persaingan Sengit

Hujan yang mengguyur Goiania memang bikin kondisi trek jadi makin tricky. Tapi, justru di situlah letak keuntungannya. Iklim tropis kota itu mirip dengan Indonesia, jadi Veda dan Hakim Danish merasa lebih familiar dengan grip yang licin dan tak menentu. Sesi FP1 itu jelas dimanfaatkan betul-betul untuk cari feel dan memetakan bagian trek mana yang masih nyaman buat dipacu kencang.

Keduanya terlihat terus membaik. Hakim Danish sempat memimpin di lap-lap awal dengan catatan waktu yang terus turun: 1 menit 46,208 detik, lalu 1:43,354, dan 1:41,106. Tapi Veda nggak mau ketinggalan. Ia merespon dengan perbaikan waktu konsisten, hingga akhirnya mencetak 1:38,073 detik.

Uriarte Memimpin, Veda Bertahan di Papan Atas

Awalnya, Veda sempat jadi yang tercepat dengan 1:47,326. Perlahan tapi pasti, catatannya membaik jadi 1:36,153. Performa itu cuma kalah tipis dari Brian Uriarte, sang pembalap Red Bull KTM Ajo yang memang jadi salah satu rider tercepat di trek baru ini. Saat Veda kembali ke pit, Guido Pini dari Leopard Racing sempat mencatat 1:35,153. Tapi, Uriarte langsung membalas dan memperketat persaingan dengan waktu 1:34,419.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar