Gempa M4,2 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Tasikmalaya dan Ciamis

- Selasa, 05 Mei 2026 | 08:30 WIB
Gempa M4,2 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Tasikmalaya dan Ciamis

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,2 mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Selasa pagi, 5 Mei 2026. Getaran yang terjadi tepat pukul 05.14 WIB itu dilaporkan terasa hingga ke sejumlah daerah di sekitarnya, meskipun belum menimbulkan dampak kerusakan yang berarti.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di laut, tepatnya sekitar 76 kilometer arah barat daya Kabupaten Pangandaran. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,08 derajat Lintang Selatan dan 107,92 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman hanya 14 kilometer. Kedalaman tersebut menjadikan gempa ini tergolong dangkal.

“Gempa (UPDATE) Mag:4.2, 05-Mei-26 05:14:39 WIB, Lok:8.08 LS, 107.92 BT (Pusat gempa berada di laut 76 km barat daya Kabupaten Pangandaran), Kedlmn:14 Km,” demikian keterangan resmi BMKG yang dirilis pada hari yang sama.

Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan skala intensitas II hingga III Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala tersebut, getaran terasa nyata di dalam rumah dan menimbulkan sensasi seperti ada truk besar yang melintas. Wilayah yang melaporkan guncangan antara lain Pangandaran, Cipatujah, Langkaplancar, Kota Tasikmalaya, serta Cikoneng dan Ciamis.

“Dirasakan (MMI) III Cipatujah, III Langkaplancar, II-III Kota Tasikmalaya, II-III Cikoneng, Ciamis, III Pangandaran, II-III,” tulis BMKG dalam laporan gempanya.

BMKG menegaskan bahwa informasi yang disampaikan masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan data yang masuk. Lembaga tersebut mengutamakan kecepatan dalam menyampaikan informasi awal kepada publik.

“Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” demikian pernyataan BMKG.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar