Jenazah Balita Hilang Ditemukan di Buntok, Terbawa Arus 159 Km dari Rumah

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:00 WIB
Jenazah Balita Hilang Ditemukan di Buntok, Terbawa Arus 159 Km dari Rumah

Seorang nelayan di wilayah Buntok, Kabupaten Barito Selatan, menemukan sesuatu yang menyedihkan pagi itu. Jasad balita berusia dua tahun, Sri Jimah, yang hilang sejak Selasa lalu, akhirnya ditemukan. Yang membuatnya makin pilu, lokasi penemuan itu terpaut jauh, sekitar 159,5 kilometer dari Desa Lemo I di Barito Utara, tempat korban tinggal.

Sekretaris Desa Lemo I, Zainal Arifin, membenarkan kabar itu. Menurutnya, jenazah ditemukan di sekitar Pelabuhan Pasar Lama dan Pelabuhan Airud Buntok, kurang lebih pukul 08.45 WIB.

“Kami dapat kabar jenazah korban ditemukan warga di Buntok. Setelah koordinasi, jenazah dibawa ke RSUD Buntok untuk identifikasi. Hasilnya memastikan, itu adalah warga kami, Sri Jimah,” ujar Zainal, Jumat (20/3/2026).

Pencarian sendiri sudah berlangsung sejak korban dilaporkan hilang, Selasa (17/3) siang. Upaya itu melibatkan banyak pihak: BPBD, Damkar, Basarnas Palangka Raya, ditambah relawan dan warga dari Desa Lemo I dan II. Mereka berusaha keras, menyisir wilayah yang luas.

Setelah identifikasi selesai, jenazah segera diserahkan ke keluarga. Rencananya, jenazah akan dibawa pulang ke Desa Lemo I menggunakan ambulans dari RSUD Buntok.

“Atas nama pemerintah desa dan keluarga, kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada semua pihak yang membantu pencarian hingga korban ditemukan,” tambah Zainal.

Dengan penemuan ini, operasi pencarian resmi pun diakhiri. Malik, perwakilan Basarnas Kalimantan Tengah, juga membenarkan bahwa jenazah yang ditemukan di Buntok adalah orang yang selama ini dicari.

“Hasil identifikasi dan koordinasi lapangan memastikan, jenazah itu adalah korban yang hilang beberapa hari lalu di wilayah Muara Teweh,” jelas Malik.

Ia tak lupa mengapresiasi kerja sama semua pihak, tim gabungan dan masyarakat, yang telah membantu proses pencarian yang melelahkan itu.

Peristiwa ini tentu meninggalkan duka yang dalam bagi keluarga dan warga setempat. Harapannya, kejadian serupa bisa dihindari. Pengawasan terhadap anak-anak, terutama di dekat aliran sungai, harus lebih ditingkatkan.

Cerita penemuannya sendiri bermula dari seorang nelayan yang sedang mencari ikan di pagi hari. Dialah yang pertama kali melihatnya. Nelayan itu lalu membawa jenazah ke Pelabuhan Pasar Lama Buntok dan melaporkan penemuannya ke Tim Reaksi Cepat BPBD setempat. Dari sana, proses evakuasi dan koordinasi dengan instansi terkait berjalan untuk membawa korban ke rumah sakit.

Rizali Hadi, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Barito Utara, menyampaikan duka citanya.

“Kami sampaikan belasungkawa mendalam pada keluarga. Terima kasih untuk tim gabungan yang sudah bekerja maksimal selama empat hari pencarian. Karena korban sudah ditemukan, operasi pencarian kami tutup secara resmi,” kata Rizali.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar