Ratusan jemaah sudah memadati lantai satu AAS Building di Jalan Urip Sumoharjo sejak pagi buta. Mereka datang untuk menunaikan salat Idul Fitri, menandai berakhirnya Ramadan dengan penuh khidmat di kawasan Panakkukang, Makassar itu.
Suasana hening dan khusyuk langsung terasa. Para jemaah, dengan tenang, mengambil tempat duduk masing-masing sambil menunggu dimulainya ibadah. Tak ada keributan, hanya bisik-bisik doa yang sesekali terdengar.
Kemudian, salat pun dilaksanakan. Imam Muharram Taufik memimpin dengan lantunan ayat-ayat Al-Qur'an yang dalam, semakin menggetarkan hati yang hadir.
Usai salat, giliran khatib Muhammad Ikram Wahid yang naik mimbar. Dalam khutbahnya, dia menyampaikan pesan yang cukup menusuk. "Alangkah ruginya orang yang tidak memanfaatkan bulan Ramadan," ujarnya tegas.
Suaranya bergema di ruangan yang hening.
"Bulan penuh berkah di mana setiap kebaikan dilipatgandakan. Jangan sampai kita melewatkannya begitu saja."
Dia lantas mengingatkan jemaah tentang sebuah pintu surga yang sering terlupa: berbakti kepada orang tua. Menurut Ikram, momen Idul Fitri ini adalah kesempatan emas untuk itu. Waktunya memohon maaf dan merajut kembali ikatan keluarga.
"Selagi kedua orang tua kita masih ada, sujudlah," pesannya lagi, penuh haru.
"Minta maaf, dan berbaktilah kepada mereka. Doakan mereka selama masih hidup."
Tak lupa, dalam doa penutupnya, khatib secara khusus menyebut nama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta keluarganya. Dipanjatkanlah harapan agar mereka diberikan kesehatan, rezeki yang lancar, dan kekuatan untuk menjalankan amanah dari Presiden Prabowo Subianto.
Acara berakhir sekitar pukul delapan pagi. Semuanya berjalan tertib dan lancar, meninggalkan kesan mendalam tentang kebersamaan. Sebuah awal yang penuh berkah untuk hari kemenangan.
Artikel Terkait
Garuda Muda Kalahkan China 1-0 di Laga Perdana Piala Asia U-17 2026
Arsenal Vs Atletico Madrid: Laga Penentuan Tiket Final Liga Champions di Emirates
Paus Sperma 15 Meter Terdampar Mati di Pantai Jembrana Bali
Persib dan Borneo FC Imbang Poin di Puncak Klasemen, Laga Kontra Persija Jadi Penentu Gelar Liga 1