Sekolah Rakyat: Menghidupkan Mimpi Anak yang Terlupakan

- Selasa, 06 Januari 2026 | 11:15 WIB
Sekolah Rakyat: Menghidupkan Mimpi Anak yang Terlupakan

Pendidikan itu hak dasar. Tapi lebih dari itu, ia adalah fondasi yang menentukan kemajuan sebuah bangsa. Visi peningkatan kualitas SDM dalam Asta Cita ke-4 menemukan bentuk nyatanya melalui Sekolah Rakyat. Program ini bisa dibilang adalah gerbang untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut.

Model pendidikannya inklusif, dirancang untuk memangkas semua hambatan. Baik itu soal ekonomi, maupun latar belakang sosial. Tujuannya jelas: memberi kesempatan belajar seluas-luasnya. Namun begitu, Sekolah Rakyat bukan sekadar soal akses. Ia adalah strategi jangka panjang. Sebuah upaya serius untuk mengentaskan kemiskinan dan mengejar ketertinggalan.

Untuk mewujudkannya, pemerintah bergerak kolaboratif. Berbagai kementerian bersinergi, mulai dari Kemendikdasmen, Kemendikti, Komdigi, hingga Kemensos. Kolaborasi lintas sektor ini penting agar dampaknya benar-benar menyeluruh.

Di sisi lain, Kemensos punya peran krusial. Mereka menempatkan pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk memutus mata rantai kemiskinan. Caranya melalui intervensi sosial terpadu. Logikanya sederhana: tanpa peningkatan kualitas SDM, bantuan sosial hanya akan jadi solusi sementara yang berulang.

Sekolah Rakyat Sentuh Masyarakat yang Tak Terjangkau

Menurut Mensos Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, keistimewaan Sekolah Rakyat terletak pada jangkauannya.


Halaman:

Komentar