Faktor musiman juga berperan. Persiapan menyambut Tahun Baru Imlek dan Ramadan biasanya memang mendongkrak permintaan. Ditambah lagi, produksi Januari diprediksi bakal turun tajam karena gangguan cuaca dan pola panen. Gabungan hal-hal inilah yang semakin mengokohkan prospek kenaikan.
Namun begitu, bukan berarti jalannya mulus. Ada juga hambatan. Pasar masih agak hati-hati menanti rilis data Purchasing Managers' Index (PMI) China untuk Januari. Wajar sih, mengingat negeri Tirai Bambu itu adalah pembeli utama kita. Siapa yang nggak was-was?
Ceritanya jadi lain di India. Sebagai konsumen minyak sawit terbesar di dunia, mereka justru membatalkan sejumlah pengiriman minyak kedelai dari Amerika Selatan. Penyebabnya? Pelemahan mata uang rupee dan harga global yang tinggi membuat biaya impor membengkak.
Kondisi ini malah menguntungkan CPO. Selisih harganya melebar, dan otomatis minyak sawit jadi terlihat lebih menarik di mata pembeli. Jadi, meski ada angin surut dari India, justru jadi angin peluang untuk komoditas kita.
Begitulah kondisi pasar hari ini. Naik, tapi dengan catatan.
Artikel Terkait
IHSG Tergelincir 10%, BEI Terpaksa Hentikan Perdagangan untuk Kedua Kalinya
Emas Tembus Rp3 Juta, Warga Berbondong Pilih Batangan Ketimbang Perhiasan
Emas, Pilar Ketahanan Finansial Keluarga di Tengah Gejolak Ekonomi
Emas Tembus Rp3 Juta, Pedagang Pasar Cikini Ungkap Rahasia Investasi yang Tak Lekang Zaman