BMKG: Panas Terik di Jakarta Dipicu Sinar Matahari Kuat dan Awal Musim Kemarau

- Senin, 16 Maret 2026 | 04:10 WIB
BMKG: Panas Terik di Jakarta Dipicu Sinar Matahari Kuat dan Awal Musim Kemarau

Jakarta memang terasa seperti di dalam oven akhir-akhir ini. Panasnya menyengat, membuat siapa pun yang beraktivitas di luar ruangan ingin cepat-cepat mencari tempat berteduh. Menanggapi hal ini, Pemerintah Provinsi DKI pun mengimbau warganya untuk bersiap-siap dan melindungi diri dari dampak cuaca ekstrem.

Lantas, apa penyebabnya? Menurut Ida Pramuwardani, Plh. Direktur Meteorologi Publik BMKG, jawabannya sederhana: matahari sedang bersinar dengan sangat kuat, hampir tanpa halangan. Awan yang biasanya jadi 'payung' alami seolah-olah menghilang di siang hari.

"Kondisi udara yang terasa lebih panas belakangan ini umumnya dipengaruhi oleh penyinaran matahari yang cukup kuat, tutupan awan pada siang hari yang tidak merata,"

Ujarnya, Sabtu (14/3/2026).

Namun begitu, ada faktor lain yang sedang bermain. Kita saat ini sedang berada di masa peralihan musim. Karakternya memang begitu: pagi sampai siang terik benderang, tapi jangan kaget kalau sore atau malamnya tiba-tiba diguyur hujan lokal.

"Serta karakteristik masa peralihan musim, di mana cuaca pada pagi hingga siang hari cenderung lebih terik, namun pada sore atau malam hari masih berpotensi terjadi hujan lokal,"

Ia menambahkan.

Di sisi lain, BMKG juga mengeluarkan peringatan soal pola musim yang lebih luas. Musim kemarau tahun 2026 ini diprediksi bakal datang lebih awal. Bayangkan saja, sebagian wilayah Indonesia bisa mulai merasakannya pada April mendatang. Wilayah Nusa Tenggara biasanya jadi yang pertama merasakan, lalu perlahan menjalar ke daerah lain seperti Jawa, Bali, hingga Sumatera.

"BMKG memprediksi musim kemarau tahun 2026 berpotensi datang lebih awal di sejumlah wilayah Indonesia. Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim kemarau pada periode April, Mei, dan Juni 2026, diawali dari wilayah Nusa Tenggara kemudian secara bertahap ke wilayah Indonesia lainnya,"

Jelas Ida.

Efeknya di Pulau Jawa sudah mulai terasa. Langit cerah tanpa banyak awan akan lebih sering mendominasi. Jadi, rasa panas yang kita alami sekarang mungkin bukan sekadar selingan. Bisa jadi ini adalah pertanda awal dari musim kemarau yang akan berlangsung cukup panjang.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar