JAKARTA – Ancaman Presiden Donald Trump terdengar jelas dan blak-blakan. Militer AS, katanya, siap menghancurkan Pulau Kharg jika Iran tak mau membuka blokade di Selat Hormuz. Serangan AS pekan ini memang sudah difokuskan ke sejumlah kepulauan di lepas pantai Iran, dan pulau karang kecil itu jadi sasaran utama. Bagi jaringan minyak Teheran, ini adalah pukulan yang ditargetkan ke titik paling vital.
Mengapa Kharg begitu penting? Coba bayangkan, pulau ini cuma berjarak sekitar 21 mil dari pantai Iran. Tapi di situlah terminal utama ekspor minyak negara itu berdiri. Hampir semua pengiriman minyak Iran bermuara ke sini. Menurut analisis TankerTrackers.com, citra satelit pekan ini masih menunjukkan aktivitas padat: kapal-kapal tanker terlihat memuat minyak di Kharg. Sejak perang dimulai, Iran tercatat telah mengekspor 13,7 juta barel. Angka yang tak main-main.
Faktanya, pendapatan Iran sangat bergantung pada minyak. China adalah salah satu tujuan utama kiriman mereka. Nah, serangan terhadap Kharg bukan cuma bakal melumpuhkan pemerintahan saat ini. Dampaknya bisa lebih jauh: merusak kelangsungan pemerintahan apa pun yang mungkin berkuasa nanti. Pulau itu memang bukan target militer atau nuklir, tapi kehilangan kendali atasnya akan membawa kesulitan besar.
Di sisi lain, infrastruktur di Kharg sangat kompleks. Di selatan pulau, deretan tangki penyimpanan menjulang. Ada perumahan bagi ribuan pekerja, kilang, dan depot. Gabungan semua itu menjadikan Kharg sebagai salah satu aset paling berharga dan paling sensitif yang dimiliki Iran.
Iran tentu tak tinggal diam. Mereka sudah mengeluarkan peringatan keras.
Artikel Terkait
Maarten Paes Cetak Clean Sheet, Bawa Ajax Hajar Sparta 4-0
Kevin Diks Puji Gol Spektakuler Stöger, Monchengladbach Bangkit Usai Dihajar Bayern
Iron Dome Kewalahan, Iran Klaim Punya Cadangan Rudal untuk Dua Tahun Perang
Iran Ajukan Dua Syarat Mutlak untuk Akhiri Perang di Timur Tengah