Rumor soal tewasnya Benjamin Netanyahu tiba-tiba saja membanjiri jagat maya. Hebohnya bukan main. Selama seminggu terakhir, publik digegerkan oleh laporan dari kantor berita Tansim yang menyebut Iran menyerang kediaman sang Perdana Menteri Israel. Serangan itu dikabarkan menewaskan saudara laki-laki Netanyahu dan melukai Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben-Gvir.
Lalu, rumor itu makin menjadi. Pasalnya, Netanyahu dilaporkan absen dari pertemuan 'Dewan Perang' yang digelar di tengah konflik dengan Iran pada Sabtu, 14 Maret 2026. Kehadirannya yang tak terlihat itu tentu saja menambah spekulasi liar.
Tapi, Netanyahu akhirnya muncul juga. Dia membungkam semua kabar burung itu dengan caranya sendiri. Melalui sebuah video yang diunggah di platform X, pria itu terlihat sedang memesan kopi di sebuah kafe. Santai sekali. Dia bahkan bercanda tentang rumor kematiannya sendiri.
"Saya sudah mati… karena kopi," ujarnya, seperti dilansir NDTV, Senin 16 Maret 2026.
Kalimat itu adalah ungkapan dalam bahasa Ibrani yang kira-kira menggambarkan kecintaan yang sangat pada sesuatu. Dalam video yang sama, dia juga menegaskan kesiapannya untuk rakyat Israel. "Tahu tidak? Saya 'mati' untuk rakyat saya. Cara mereka bersikap sungguh luar biasa," tambahnya.
Nah, di sela-sela videonya, Netanyahu melakukan hal yang cukup menarik. Dia mengangkat kedua tangannya dan memperlihatkan jari-jarinya ke arah kamera. Gerakan ini jelas respons terhadap gosip lain yang beredar. Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan klaim bahwa Netanyahu punya enam jari di salah satu tangannya dalam sebuah konferensi pers, yang diduga kuat hasil rekayasa AI.
"Mau menghitung jari-jari saya? Bisa lihat di sini… dan di sini. Lihat? Bagus, kan," kata Netanyahu sambil menunjukkan tangannya.
Jadi, selain isu kematian, penampakan jari tangannya memang jadi sorotan tersendiri. Banyak netizen yang mengklaim melihat keanehan, menyebutnya sebagai 'Classic AI finger glitch'.
"Lihat baik-baik tangannya," begitu komentar salah satu pengguna.
Dengan penampilan singkat ini, Netanyahu berusaha meredam dua rumor sekaligus. Tapi, di tengah ketegangan geopolitik yang sedang memanas, setiap gerak-gerik pemimpin seperti dia pasti akan terus dikuliti. Entah itu soal kebenaran, atau sekadar ilusi dari layar.
Artikel Terkait
Seorang Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Jalani Operasi Besar di Bagian Perut
Ahmad Luthfi Jalin Komunikasi dengan Serikat Buruh Jelang May Day demi Jaga Kondusivitas
Ditjen Pajak Relaksasi Pelaporan SPT Tahunan Badan, Batas Akhir Mundur ke 31 Mei 2026
Truk Tronton Rem Blong di Flyover Slipi, Tabrak Beton Pembatas hingga Rusak