RATU Rebut Pijakan di Blok Madura Strait, Akuisisi 20% Saham HCML Masih Digodok

- Senin, 01 Desember 2025 | 16:15 WIB
RATU Rebut Pijakan di Blok Madura Strait, Akuisisi 20% Saham HCML Masih Digodok

PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) baru saja mengamankan posisi penting di salah satu ladang migas besar di tanah air. Perusahaan ini memenangkan hak untuk mengambil bagian di Blok Madura Strait, sebuah wilayah yang potensinya sudah tak diragukan lagi. Saat ini, operasinya masih dipegang oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).

Menurut Adrian Hartadi, Corporate Secretary RATU, kemenangan ini didapat setelah perusahaan dinyatakan sebagai pemenang lelang saham milik SMS Development (SMSDL). Pihaknya berhasil mengamankan 20 persen partisipasi tidak langsung di HCML.

"Penetapan tersebut diberikan kepada perseroan berdasarkan proposal penawaran yang diajukan perseroan dan telah dinilai dalam proses evaluasi sebelumnya,"

ujar Adrian lewat keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia, Senin (1/12/2025).

Namun begitu, Adrian menegaskan bahwa semuanya masih dalam tahap awal. RATU sendiri belum memutuskan apa-apa soal eksekusi akuisisi ini. Mulai dari struktur pembiayaan, rencana penyertaan modal, sampai bentuk transaksi akhirnya, semuanya masih digodok.

Kalau pun nanti jalan, transaksi ini harus tunduk pada syarat dan ketentuan yang akan dituangkan dalam perjanjian mengikat. Tak lupa, persetujuan korporasi sesuai aturan yang berlaku juga mutlak diperlukan.

"Seluruh proses tindak lanjut akan dilakukan dengan memperhatikan dan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai Transaksi Material dan kewajiban Keterbukaan Informasi,"

tambahnya lagi.

Untuk saat ini, pengumuman kemenangan ini belum membawa dampak material bagi kondisi keuangan RATU. Dampak yang signifikan baru akan terasa nanti, saat perusahaan benar-benar menandatangani perjanjian yang mengikat atau setelah mendapat lampu hijau dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Blok Madura Strait sendiri mulai berproduksi sejak 2022. Ladang migas ini diproyeksikan bakal mencapai puncak produksinya sekitar tahun 2032, dengan kapasitas mencapai 200 juta standar kaki kubik per hari. Angka yang cukup fantastis.

HCML, sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), memegang kendali penuh 100 persen atas blok yang terletak di perairan Jawa Timur ini. Di dalam HCML, kepemilikannya terbagi: CNOOC Ltd memegang 40 persen, Cenovus juga 40 persen, dan SMSDL menguasai sisa 20 persen saham yang kini menjadi incaran RATU.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar