RCLO Putuskan Tidak Bagikan Dividen 2025, Laba Ditahan Demi Perkuat Bisnis Pasca-IPO

- Kamis, 11 Juni 2026 | 08:30 WIB
RCLO Putuskan Tidak Bagikan Dividen 2025, Laba Ditahan Demi Perkuat Bisnis Pasca-IPO

Pemegang saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RCLO) memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2025 dan mengalokasikan seluruhnya demi mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.

Keputusan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (8/6/2026). RUPST ini menjadi yang pertama sejak perseroan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Desember 2025.

Dalam agenda penggunaan laba bersih, RUPST menyetujui laba bersih 2025 sebesar Rp40,98 miliar dibukukan sebagai cadangan umum Rp9,37 miliar dan sisanya Rp31,61 miliar sebagai laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya. Perseroan memutuskan tidak membagikan dividen tunai dengan pertimbangan memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan usaha pasca-pencatatan saham di bursa.

Manajemen melaporkan, dari total hasil bersih penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp100,23 miliar, realisasi penggunaan dana hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp10 miliar. Sisa dana sebesar Rp90,23 miliar akan digunakan secara bertahap sesuai rencana yang tercantum dalam prospektus.

Sepanjang 2025, emiten sarang burung walet dengan merek Realco itu membukukan penjualan Rp635,17 miliar, tumbuh 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp530,38 miliar. Sementara itu, laba bersih tercatat Rp40,98 miliar, melonjak 325,48 persen secara tahunan.

Direktur Utama RCLO, Edwin Pranata, menyatakan capaian tersebut menunjukkan efektivitas strategi usaha yang dijalankan perseroan sepanjang tahun lalu, didukung oleh pertumbuhan penjualan dan peningkatan profitabilitas.

"Tahun 2025 menjadi tahun yang penting bagi perseroan, tidak hanya karena berhasil mencatatkan saham di BEI, tetapi juga karena kami mampu membukukan pertumbuhan kinerja yang positif. Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental bisnis, menjaga efisiensi operasional, dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Edwin dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).

Untuk tahun 2026, RCLO menargetkan penjualan Rp716 miliar, tumbuh 12,8 persen. Adapun laba bersih diproyeksikan meningkat 9 persen menjadi Rp45 miliar.

Direktur RCLO, Dwiadi Prastian Hadi, mengatakan perseroan akan fokus pada optimalisasi pasar, pengembangan produk bernilai tambah, dan peningkatan efisiensi untuk mendukung pencapaian target tersebut.

"Perseroan akan terus menjaga kualitas pertumbuhan dengan memperkuat kinerja operasional dan meningkatkan nilai tambah produk. Fokus tersebut menjadi bagian dari upaya kami untuk mencapai target penjualan dan laba yang telah ditetapkan pada 2026," ujarnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar