Benjamin Netanyahu punya cara unik untuk menepis rumor. Perdana Menteri Israel itu baru-baru ini mengunggah video pendek di akun media sosialnya, yang isinya menyindir kabar burung soal kematiannya sendiri.
Duduk di sebuah kafe di pinggiran Yerusalem, Netanyahu menerima secangkir kopi panas. Dengan nada sarkastis, dia berkata ke kamera, "Saya mati karena kopi." Ungkapan bahasa Ibrani sehari-hari itu kira-kira berarti mencintai sesuatu sampai mati.
Lalu, dengan senyum tipis, dia mengangkat tangannya. "Apakah Anda ingin menghitung jumlah jari saya?" tanyanya. Ini jelas merujuk pada gosip yang beredar di media sosial, yang menyebut pidato terbarunya di televisi adalah hasil AI karena tangannya terlihat punya enam jari.
Namun begitu, di tengah candaan itu, Netanyahu tak lupa menyampaikan pesan serius. Dia mendesak warga Israel untuk patuh pada instruksi keselamatan jika serangan roket terjadi. Ketahanan rakyatnya, katanya, adalah sumber kekuatan.
"Kekuatan untuk saya, untuk pemerintah, untuk tentara, dan untuk Mossad," ujarnya.
Dia lalu memberikan pernyataan yang lebih tegas. "Kami melakukan hal-hal yang tidak bisa saya bagikan detailnya sekarang. Tapi percayalah, kami menyerang Iran dengan sangat keras. Begitu juga Lebanon."
Pernyataan ini muncul di tengah tensi yang makin memanas. Sehari sebelumnya, tepatnya pada Minggu, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan ancaman terbuka.
Mereka bersumpah akan memburu dan membunuh Netanyahu, yang mereka sebut sebagai 'pembunuh anak-anak'. Ancaman itu disiarkan kantor berita resmi Iran, IRNA, lewat platform X, menandai eskalasi konflik yang sudah memasuki minggu ketiga.
Artikel Terkait
Seluruh Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh KAI Kembali Normal Usai Tabrakan di Bekasi Timur
KAI Umumkan Seluruh Perjalanan Kereta Jarak Jauh Kembali Normal Pasca Tabrakan di Bekasi Timur
KPK Periksa Komisaris dan Mantan Pegawai PT Loco Montrado dalam Kasus Korupsi Anoda Logam Antam
Khoirudin Resmi Digantikan Suhud Alynudin sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta